
Raul Castro Kritik AS, Dukung Snowden

Havana, (Antara/Reuters) - Presiden Kuba Raul Castro, Minggu, mendukung tawaran suaka Venezuela dan negara-negara Amerika Latin lainnya kepada buronan Pemerintah Amerika Serikat, kontraktor agen mata-mata Edward Snowden. Castro mengkritik Amerika Serikat atas apa yang Havana gambarkan sebagai intimidasi terhadap negara lain. Presiden Kuba, yang berbicara dalam rapat tertutup Majelis Nasional, mengatakan Venezuela dan negara-negara lain di wilayah itu memiliki hak untuk memberikan suaka "kepada mereka yang dianiaya karena cita-cita atau perjuangan mereka untuk demokrasi, sesuai dengan tradisi kami," menurut kantor berita resmi Prensa Latina. Wartawan asing dilarang meliput pertemuan parlemen itu. Pernyataan Castro adalah komentar publik pertama terkait kasus Snowden. Kuba selama bertahun-tahun telah memberikan perlindungan terhadap berbagai buronan Amerika Serikat yang dianggap sebagai pengungsi politik, terutama anggota dari kelompok Black Panthers beberapa dasawarsa lalu. Negara-negara komunis yang merupakan sekutu pemerintahan kiri Kuba, yaitu Bolivia, Venezuela dan Nikaragua telah menyatakan bahwa pintu mereka terbuka untuk Snowden. Castro tidak mengatakan apakah Kuba telah menerima permintaan suaka dan apa sikap negara itu jika benar hal itu terjadi. Snowden, 30, diyakini bersembunyi di daerah transit bandara internasional Sheremetyevo Moskow dan telah mencoba untuk menemukan sebuah negara yang akan memberinya suaka sejak ia mendarat dari Hong Kong pada 23 Juni lalu. Tidak ada penerbangan komersial langsung antara Moskow danibukota Venezuela, Caracas, dan rute yang biasanya akan melibatkanpergantian pesawat di Havana. Tidak jelas apakah pemerintah Kubaakan membiarkan Snowden melakukan transit. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Snowden di pesawat menuju Havana pada Sabtu lalu. Castro mengecam ancaman sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadapsetiap negara yang menerima Snowden dan juga mengecam insiden pekan ini dimana beberapa negara Eropa melarang pesawat presiden Bolivia Evo Morales dari wilayah udara mereka atas dugaan jika pesawat itu membawa mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat. "Tindakan ini menunjukkan kita hidup di dunia di mana yang kuat merasa bahwa mereka dapat melanggar hukum internasional, melanggarkedaulatan nasional negara lain, dan menginjak-injak hak-hakwarga," katanya, menuduh Amerika Serikat menggunakan sebuah"filosofi dominasi." Castro meremehkan pengakuan Snowden tentang program mata-mata rahasia Amerika Serikat dengan menyatakan bahwa Kuba telah menjadi salah satu negara yang paling dimata-matai di planet ini. "Kami sudah tahu tentang keberadaan sistem ini," katanya, sambil menutup rapat parlemen. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
