Logo Header Antaranews Sumbar

Raul Castro Pensiun?

Sabtu, 23 Februari 2013 13:36 WIB
Image Print

Havana, (antarasumbar.com) - Presiden Kuba Raul Castro, yang pada Ahad dijadwalkan memulai periode kedua masa jabatan lima tahunnya, Jumat, bercanda kepada wartawan jika dia berencana pensiun namun tidak menyebutkan kapan. "Saya akan pensiun," kata Raul sambil tersenyum saat mendampingi Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev --yang tengah berkunjung. Raul mendesak para wartawan untuk memperhatikan dengan seksama pertemuan Majelis Nasional akhir pekan ini, yang dijadwalkan memilih anggota Dewan Negara dan presiden. "Saya akan berusia 82 tahun, saya sudah memiliki hak untuk pensiun," kata Raul seperti dikutip Reuters. "Anda tidak percaya pada saya? Mengapa Anda tidak percaya?" tambahnya saat berdialog dengan wartawan ketika melakukan kunjungan ke sebuah monumen kejatuhan prajurit Soviet. "Ini akan menjadi pidato yang menarik. Perhatikan," kata Raul sebelum meninggalkan lokasi itu bersama Medvedev. Raul, yang menggantikan saudaranya yang sakit --Fidel-- pada tahun 2008 dan akan berusia 82 tahun pada bulan Juni, dalam beberapa tahun terakhir telah berulangkali menyatakan bahwa pemimpin Partai Komunis dan pemerintah hendaknya memimpin untuk dua periode, setiap periodenya adalah lima tahun. Raul memulai masa jabatan keduanya pada Ahad, yang secara teoritis dia akan bebas untuk pensiun pada tahun 2018, saat berusia 86 tahun. Selama masa jabatan pertamanya, Raul telah memimpin proses reformasi, termasuk melonggarkan pembatasan perjalanan secara bertahap dan kepemilikan properti pribadi seiring perubahan perekonomian ke arah perekonomian yang lebih ramah pasar. Dia mengatakan itu adalah tanggung jawab orang-orang yang membangun revolusi yang telah berlangsung selama 54 tahun untuk melihat reformasi membawa Kuba dalam kondisi yang lebih baik untuk generasi baru pemimpin mendatang. Raul, meski usianya tidak muda lagi, tampak sehat dan secara luas diharapkan oleh para pakar asing, diplomat, dan rakyat Kuba untuk menjabat di periode kedua. "Apakah itu akan terjadi saat ini atau setelah masa jabatan kedua, tidak ada keraguan terkait adanya batas masa jabatan Presiden Raul Castro," kata Julia Sweig, Direktur Kajian Amerika Latin di Dewan Hubungan Internasional, sebuah kelompok "think tank" AS. "Saya melihat ini sangat konsisten dengan gayanya - tapi saya akan heran jika dalam pidato Ahad ini dikatakan bahwa dia tidak lagi menjabat untuk periode kedua," kata Sweig. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026