
PBB: Blokade Gaza Hambat Pertumbuhan Palestina

Beit Lahia, Israel, (Antara/AFP) - Blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang dikuasai Hamas membatasi pendapatan warga Palestina dan mengganggu pembangunan mereka, kata seorang pejabat tinggi PBB, Rabu. "Kami melihat dampaknya terhadap penduduk Gaza karena penutupan dan blokade itu dan bagaimana pendapatan orang-orang ini terbatasi secara dramatis," kata Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Wilayah Palestina James W. Rowley kepada wartawan selama kunjungannya ke Gaza. "Pembatasan ini berakibat paling parah pada orang paling miskin; hal ini mempengaruhi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan menambah ketergantungan pada bantuan," katanya. Selama kunjungannya itu, petani Palestina mengeluh kepada Rowley tentang bagaimana blokade itu mempengaruhi produk pertanian mereka. "Produk kami selalu rusak karena penutupan terminal. Arbei kami harus melewati empat atau lima stasiun sebelum dijual melalui Kerem Shalom," sebuah terminal Israel untuk pengangkutan barang dari Gaza, kata petani Ayman Subuh asal Beit Lahia. "Kami berharap bantuan anda akan membuka pasar di Tepi Barat untuk produk kami," kata Subuh kepada diplomat-diplomat asing, termasuk ketua delegasi Uni Eropa di wilayah-wilayah Palestina John Gatt-Rutter, yang mendampingi Rowley dalam kunjungan itu. Israel memblokade Jalur Gaza pada 2006 dan memperkuat blokade itu setahun kemudian, setelah wilayah kantung pesisir tersebut dikuasai oleh Hamas. Pada 2006, Hamas menang besar dalam pemilihan umum Palestina, mengalahkan partai Fatah yang telah lama mendominasi yang dipimpin oleh Presiden Mahmud Abbas. Namun, pemilu itu berbuntut pada perseteruan antara kedua kelompok pejuang tersebut. Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari. Sejak itu wilayah pesisir miskin tersebut semakin dibloklade oleh Israel. Palestina pun menjadi dua wilayah kesatuan terpisah -- Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan Tepi Barat yang berada di bawah pemerintahan Abbas. Kini kedua kubu tersebut telah melakukan rekonsiliasi. Uni Eropa, Israel dan AS memasukkan Hamas ke dalam daftar organisasi teroris. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
