
XL Pastikan Jaringan Komunikasi Normal di Aceh

Jakarta, (Antara) - PT XL Axiata Tbk menyatakan jaringan komunikasi dan layanan XL di wilayah Nangroe Aceh Darussalam dalam kondisi normal pascagempa berkuatan 6,2 SR yang mengguncang provinsi itu. "Kami memastikan bahwa jaringan XL aman dan tetap bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan aparat yang bertugas dalam menangani masalah yang ditimbulkan akibat gempa, juga bagi pelanggan operator lain yang sempat mengalami gangguan dan tidak bisa melakukan komunikasi," kata VP West Region XL Bambang Parikesit, dalam siaran pers diterima Antara, di Jakarta, Rabu. Menurut dia, beberapa waktu setelah gempa terjadi XL langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melihat dan membantu para korban. Hingga kini sesekali gempa susulan dalam skala kecil masih terjadi, khususnya di area terdekat pusat gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Di wilayah Takengon dan Bener Meriah terdapat sebanyak 25 BTS XL (23 BTS 2G dan 2 BTS 3G) yang beroperasi, semuanya di-backup oleh genset sehingga telekomunikasi tetap berjalan lancar. Selain memastikan layanan lancar diutarakan Bambang, XL juga memberikan bantuan Telepon Umum Gratis (TUG) yang dipasang di daerah Pasar Sukaramai, serta membagikan Kartu XL ke masyarakat di sepanjang perjalanan tim XL dari Lhokseumawe menuju Kabupaten Bener Meriah. "Kami turut prihatin atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Mudah-mudahan cobaan ini segera berakhir dan masyarakat Aceh diberi kesabaran dan kekuatan menghadapinya," ujar Bambang. Sebelumnya Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, gempa tersebut mengakibatkan lonjakan trafik telekomunikasi yang cukup tinggi, baik yang "incoming" maupun yang "outgoing". "Telekomunikasi sempat terganggu adalah benar. Namun, tidak sampai terputus total, dan tidak ada kerusakan infrastruktur telekomunikasi yang berarti," ujar Gatot. Untuk itu ditambahkannya, Kemenkominfo sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak komunitas telekomunikasi, untuk melakukan respon cepat terhadap bencana gempa bumi tersebut. Gatot menambahkan, banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia saat ini, membuat Kemenkominfo dan seluruh penyelenggara telekomunikasi untuk melakukan respon cepat dan tepat untuk memberikan up date informasi atas pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
