Cerita serba-serbi Hari Dongeng Nasional

id pak raden,dongeng,hari dongeng nasional

Cerita serba-serbi Hari Dongeng Nasional

Pak Raden (Drs. Suyadi, 82 tahun) bercerita menggunakan boneka tokoh-tokoh dalam serial "Unyil" dalam acara "Cerita Lagi Bareng Pak Raden" di kawasan silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8). Kegiatan itu mengingatkan keluarga Indonesia akan tradisi bercerita dari orang tua ke anak yang kini semakin terkikis dengan kesibukan dan hiburannya masing-masing. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus/mes/14. (ANTARA FOTO/FANNY OCTAVIANUS)

Jakarta (ANTARA) - Tanggal 28 November diperingati sebagai Hari Dongeng Nasional, bertepatan dengan hari lahir sosok multitalenta Pak Raden yang bernama asli Drs. Suyadi.

Hari Dongeng Nasional pertama kali dideklarasikan pada 28 November 2015 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dijabat oleh Anies Baswedan.

Kala itu Anies menyampaikan, memperingati Hari Dongeng Nasional bertepatan dengan kelahiran Pak Raden artinya memastikan pesan-pesan figur pendongeng ternama tak lekang dimakan waktu.

Peninggalan Pak Raden yang ternama adalah karakter legendaris Si Unyil yang muncul dalam acara boneka populer tahun 1980-an. Karakter Pak Raden juga muncul dalam acara tersebut, digambarkan sebagai pria Jawa berkumis tebal, memakai beskap hitam, blangkon serta tongkat dengan pegangan mirip gagang payung.

Tokoh Pak Raden dalam Si Unyil digambarkan sebagai karakter pemarah dan pelit, memelihara burung perkutut dan berbakat di dunia seni lukis. Si Unyil dan kawan-kawannya adalah media yang menyampaikan pesan-pesan sarat nilai.

Dongeng berperan besar dalam menjalin kedekatan antara orangtua dan anak. Orangtua dapat menyampaikan pesan moral yang baik dengan cara menyenangkan dan tidak menggurui.

Ketika mendongeng, orangtua bisa menyelipkan nilai kebaikan di dalam cerita, melengkapi dengan alat bantu seperti gambar dan boneka tangan. Dongeng pun bisa melatih panca indra serta kemampuan emosi, merangsang kreativitas dan kecerdasan anak.

Psikolog anak Seto Mulyadi dalam webinar pendidikan beberapa waktu lalu juga mendorong orangtua untuk mendongeng demi bisa merangsang perkembangan anak, menjalan komunikasi antara orang tua dan anak, merangsang perkembangan bahasa, penanaman nilai-nilai baik.

Menurut Seto, mendongeng merupakan bagian dari pendidikan bersama antara anak dan orang tua, yang saling mencerahkan.

Pendongeng Gery Saleh Puraatmadja alias Paman Gery punya beberapa kiat dalam mendongeng, salah satunya kata ajaib seperti "pada suatu hari" sebagai pembuka alam imajinasi anak.

Penting juga membuat variasi suara untuk menjelaskan karakter yang berbeda-beda, serta ekspresi wajah dan bahasa tubuh yang membuat dongeng jadi lebih menarik. Kelak, dongeng yang dibacakan oleh orangtua akan menjadi sebuah kenangan manis untuk buah hati saat mereka dewasa.

Indonesia memiliki aneka ragam dongeng Nusantara yang dapat menjadi inspirasi orangtua dalam bercerita kepada buah hatinya.