BINDA gelar vaksinasi massal di empat kabupaten Sumbar

id Covid Sumbar, BINda sumbar,vaksin covid,vaksin corona,vaksin covid-19,vaksinasi

BINDA gelar vaksinasi  massal di empat kabupaten Sumbar

Seorang pelajar menerima suntik vaksin yang digelar oleh BIN Daerah Sumbar di empat kabupaten di Sumbar, Selasa (23/11). ANTARA/HO-BINda Sumbar

Padang (ANTARA) - Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sumatera Barat (Sumbar) menggelar vaksinasi massal COVID-19 di empat kabupaten yang ada di provinsi setempat demi percepatan angka vaksinasi.

“Hari ini program vaksinasi massal kami laksanakan di empat kabupaten dengan target penerima vaksin sebanyak 5.170 orang," kata Kepala Badan Intelijen Daerah Sumbar Hendra, di Padang, Selasa.

Empat kabupaten tersebut adalah Pesisir Selatan, Agam, Padangpariaman dan Kabupaten Tanah Datar dengan sasaran pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang di daerah setempat.

Dengan rincian untuk Kabupaten Agam sebanyak enam lokasi yakni SMPN 1 Banuhampu, Kantor Wali Nagari Pakan Sinayan, Kantor Wali Nagari Padang Lua, Kantor Wali Jorong Ampang Gadang, Kantor Wali Jorong Sungai Batang, dan Kantor Wali Jorong Data Simpang Dingin.

Untuk Padangpariman sebanyak empat lokasi yakni SMKN 1 Sintuk Toboh Gadang, Kantor Camat Sintuk Tobok Gadang, Nagari Balah Hilia, dan Nagari Pasie Laweh.

Sedangkan di Kabupaten Tanah Datar terdapat lima lokasi yaitu Kampus I IAIN Batusangkar, Jorong Kampung Baru, Nagari Tanjung, SD 07 Jorong Lingkuang Kawek, dan Puskesmas Rambatan Ii.

Terakhir adalah Kabupaten Pesisir Selatan dengan lima lokasi yaitu Kantor Wali Nagari Lakitan Timur, SD 28 Pasar Gompong Nagari Kambang Barat, Kantor Wali Nagari Kambang Timur, Nagari Nanggalo Kecamatan Koto Xi Tarusan, serta Puskesmas Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai

Hendra menegaskan, pihaknya akan terus gencar melaksanakan vaksinasi massal di 19 Kabupaten dan Kota yang ada di Sumatera Barat, terutama di daerah yang persentase capaian vaksinnya masih rendah.

Hendra menyatakan pihaknya akan terus menggencarkan vaksinasi massal di 19 kabupaten atau kota yang ada di provinsi setempat, sesuai perintah Presiden kepada Kepala BIN Budi Gunawan untuk mempercepat vaksinasi.

Tujuannya adalah menciptakan kekebalan komunal lewat vaksinasi sekaligus mengantisipasi gelombang ketiga dari varian virus Delta Plus.

Ia mengutip data Kementerian Kesehatan RI dimana persentase capaian vaksinasi di Sumbar saat ini untuk dosis pertama baru menyentuh angka 49,86 persen, dan dosis kedua 23,93 persen.

"Artinya capaian vaksinasi di Sumbar masih rendah, masih di kisaran 50 persen. Ini yang akan kita genjot terus untuk menaikkan angka vaksinasi," jelasnya.

Ia mengatakan untuk mencapai target vaksinasi pihaknya juga akan menyasar daerah pedalaman yang selama ini mungkin saja belum tersentuh.

"Jika daerah-daerah terpencil bisa dijangkau maka kami optimis target vaksinasi pada Desember nanti tercapai, selain itu kami juga memiliki tenaga kesehatan sendiri," katanya

Ia mengatakan vaksin adalah salah satu bagian dari ikhtiar menghadapi pandemi COVID-19, sehingga masyarakat diimbau agar datang ke gerai-gerai vaksin yang ada.

“Kita ingin pandemi ini segera berakhir, caranya adalah mempercepat vaksinasi dan tetap disiplin terhadap protokol kesehatan COVID-19," katanya.

Sejauh ini BINda Sumbar telah melaksanakan berbagai pola untuk mempercepat vaksinasi, mulai dari vaksinasi terpusat, dari rumah ke rumah (door to door), dan sistem antar jemput atau Japuik Tabaok.

"Kami melihat kesadaran masyarakat untuk divaksin terus tumbuh berkat sosialisasi dan pencerahan yang terus dilakukan," katanya.

Hendra mengajak seluruh pihak di Sumbar bahu-membahu dan saling mendukung untuk menggenjot vaksinasi, demi melindungi masyarakat Sumatera Barat.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2022