
Indonesia Miliki Alat Pemantau Modern Aktivitas Merapi

Yogyakarta, (Antara) - Indonesia sudah memiliki alat pemantau modern aktivitas Merapi, Yogyakarta, yang mampu mendeteksi kegiatan gunung api itu lebih akurat dan dini kepada warga jika terjadi bahaya. "Sejak ada erupsi Merapi 2010 alat pemantau sudah diperbaharui berstandar internasional," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo, di Yogyakarta, Kamis. Hal tersebut disampaikan kepada wartawan nasional dan lokal saat meninjau lokasi rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascaerupsi Merapi. Menurut dia, alat pemantau gunung api yang dimiliki BPPTK tersebut sudah sepadan dengan yang ada di Jepang dan Amerika Serikat, dua negara yang juga memiliki banyak gunung api aktif. Indonesia memang mereferensi alat pencatat gunung api dari dua negara itu, mengingat keduanya sudah memiliki pengalaman dalam mendeteksi aktivitas gunung api. Dikatakan, erupsi Merapi 2010 memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya alat pendeteksi dini modern gunung api, agar bisa menyampaikan kepada warga bahwa bahaya akan datang. Di kantor BPPTK Yogyakarta terdapat alat pemantau modern seperti seismograf manual dan analog, layar CCTV yang memantau 12 titik sekitar Merapi, serta sistem peringatan dini. "Dari kantor ini kita bisa mantau aktivitas Merapi, baik melalui CCTV maupun seismograf," tuturnya. Menurutnya, dengan alat pendeteksi modern yang dimiliki, petugas sudah bisa melakukan analisis yang mendalam dan akurat. BPPTK selama 24 jam sehari terus melakukan pemantauan aktivitas Merapi dan apabila terjadi kondisi bahaya, dari kantor tersebut mampu menyembunyikan sirene di sekitar Merapi. "Suara sirena tersebut menandakan agar warga waspada dan mengungsi karena ada bahaya," ujarnya. Jarak kantor BBPTK Yogyakarta ke Merapi sekitar 30 kilometer. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
