
IHSG BEI Kembali Ditutup Melemah pada Kamis

Jakarta, (Antara) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis kembali bergerak dalam area negatif atau melemah sebesar 90,22 poin. IHSG BEI ditutup turun 90,22 poin atau 1,92 persen ke posisi 4.607,66, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 18,03 poin (2,32 persen) ke level 759,49. "IHSG BEI kembali ditutup melemah. Kami melihat berlanjutnya aksi jual investor menjadi katalis negatif bagi pergerakan bursa saham," kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Kamis. Menurut dia, kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus oleh The Fed, menjadi salah satu alasan untuk menarik investasi di pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Ia menambahkan pengumuman kenaikan suku bunga BI Rate juga belum direspon positif oleh pasar, meski diantisipasi akan membantu rupiah keluar dari tekanan dolar AS. "Investor lebih khawatir akan dampak kenaikan bunga terhadap saham yang sensitif terhadap bunga seperti sektor properti yang sebelumnya sejak tahun lalu menjadi salah satu sektor yang 'outperform' indeks BEI," katanya. Ia memproyeksikan IHSG BEI masih akan berada dalam tekanan jual. Selama investor asing masih melakukan aksi jual, akan sulit indeks BEI bergerak kembali menguat. Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 197.062 kali dengan volume mencapai 4,714 miliar lembar saham senilai Rp7,438 triliun. Saham yang menguat 79, sementara yang melemah sebanyak 233 saham, dan yang tidak bergerak nilainya 58 saham. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng melemah 467,62 poin (2,19 persen) ke level 20.887,04, indeks Nikkei-225 turun 843,94 poin (6,35 persen) ke level 12.445,38, dan Straits Times melemah 23,24 poin (0,74 persen) ke posisi 3.130,24. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
