
Polisi: Pasukan Keamanan Bunuh 14 Penculik di Nigeria

Lagos (ANTARA/AFP) - Pasukan keamanan Nigeria menyerbu tempat persembunyian para penculik seorang warga Turki di negara bagian kaya minyak Rivers State dan membunuh 14 dari merekadalam tembak-menembak, kata polisi, Sabtu. "Para penjahat ditembak mati dalam baku tembak dengan petugas keamanan di kamp mereka di komunitas Kaani di tanah Ogoni," kata juru bicara polisi negara Ben Ugwuegbulam kepada AFP mengenai kejadian itu pada Jumat. Dia mengatakan para anggota geng yang menculik seorang pekerja konstruksi Turki bulan lalu telah melepaskan tembakan saat melihat para petugas keamanan di kamp mereka. "Para petugas keamanan membalas dengan senjata yang lebih unggul dan dalam proses menembak mati enam penculik secara langsung, sementara delapan orang lain dengan luka tembak meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," kata juru bicara polisi. Dia menambahkan bahwa dua tersangka lainnya membantu polisi dalam penyelidikan mereka. Ugwuegbulam mengatakan warga Turki itu sebelumnya telah dibebaskan tanpa cedera oleh penculiknya setelah mengumpulkan uang tebusan. "Tim keamanan menemukan beberapa senjata dan amunisi serta uang tunai di kamp tersebut," tambahnya. Dia mengatakan geng ini juga terkenal melakukan gelombang perampokan dan serangan terhadap petugas keamanan di negara bagian dalam beberapa bulan terakhir. Puluhan pekerja asing telah diculik di delta Niger untuktebusan, meskipun pada kesepakatan amnesti 2009 bagi militan minyak telah menyebabkan penurunan tajam dalam kerusuhan di sana selama beberapa bulan terakhir. Tetapi insiden sporadis berlanjut meskipun terdapat amnesti. Serangan telah menyalahkan kelompok-kelompok kriminal yang mencari uang tebusan atau minyak mentah untuk menjual pada pasar gelap. Para militan mengaku berjuang untuk mendapatkan bagian yang lebih besar dari pendapatan minyak bagi penduduk setempat. Delta Niger dengan cadangan minyak dan gas besar tetap sangatmiskin sementara daerahnya tercemar parah. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
