Logo Header Antaranews Sumbar

AS Tegaskan Komitmen Perjanjian Pertahanan dengan Filipina

Sabtu, 1 Juni 2013 20:05 WIB
Image Print

Singapura, (Antara/AFP) - Amerika Serikat pada Sabtu menegaskan komitmennya pada satu perjanjian pertahahan dengan Filipina, yang kini terlibat sengketa wilayah dengan Beijing di Laut China Selatan. Janji itu diucapkan ketika Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel saat bertemu dengan timpalannya dari Filipina Voltaire Gazmin di sela-sela forum keamanan tahunan di Singapura yang didominasi kekuatan militer Beijing yang semakin meningkat. Filipina, bekas koloni AS, terlibat pertikaian tidak hanya dengan Beijing tetapi juga Taiwan menyangkut tewasnya seorang nelayan Taiwan di perbatasan laut mereka. "Menteri Pertahanan Hagel menegaskan tentang pentingnya Filipina sebagai satu sekutu perjanjian itu dan menegaskan komitmen Amerika Serikat pada Perjanjian Pertahanan Bersama," kata juru bicara Pentagon George Little kepada wartawan setelah pertemuan itu. "Menteri Hagel menegaskan tentang pentingnya mempertahanakan kebebasan navigasi di kawasan itu," tambahnya. Kedua menteri itu"juga membicarakan peningkatan kerja sama pertahanan bilateral termasuk peningkatan kehadiran pasukan AS yang bergilir di Filipina untuk menangani tantangan-tantangan bersama," kata Little. Tentara Filipina dan Amerika Serikat berperang bahu membahu di kawasan Pasifik dalam Perang Dunia II, terikat untuk saling membantu pertahanan dalam hal terjadi serangan-serangan pihak luar berdasarkan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani tahun 1951 itu. Filipina, salah satu dari angkatan bersenjata yang paling miskin peralatan di Asia, memprotes usaha-usaha China memperkuat klaim-klaim Beijing atas seluruh Laut China Selatan termasuk perairan dan pulau-pulau dekat pantai Filipina. Filipina bersama dengan Brunei Darussalam, Malaysia dan Vietnam serta China dan Taiwan mengklaim penuh atau sebagian dari Laut China Selatan, yang diperkirakan memiliki cadangan besar gas alam dan rute penting jalur pelayaran. Taiwan mengancam Filipina dengan sanksi-sanksi dan menyelenggarakan pelatihan angkatan laut dekat perbatasan laut mereka setelah seorang nelayan Taiwan tewas ketika penjaga pantai Filipina menembaki kapal mereka 9 Mei. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026