Logo Header Antaranews Sumbar

Pertempuran Seru Berkobar di Kordofan Selatan

Sabtu, 3 November 2012 12:05 WIB
Image Print

Khartoum, (ANTARA/AFP) - Pemberontak Sudan Jumat mengatakan mereka menembak kembali ibu kota Kordofan Selatan setelah pertempuran seru yang menewaskan 70 tentara pemerintah dan tujuh pemberontak. Sejumlah 17 anggota pemberontak Gerakan Utara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM-N) juga cedera dalam baku tembak di timur laut ibu kota Kadugli, yang disebut juru bicara pemberontak korban terbanyak mereka sejak pertempuran dimulai Juni 2011 di negara bagian yang menghasilkan minyak itu. "Ini adalah korban tewas terbanyak yang dialami pihak kami sejak perang dimulai," kata juru bicara itu, Arnu Ngutulu Lodi kepada AFP. "Dalam banyak kasus kami hanya kehilangan dua, tiga atau empat orang. Akan tetapi Oktober lalu, gubernur Kordofan Selatan mengatakan ratusan pemberontak tewas akibat satu serangan di satu kota. Para pengamat mengatakan jumlah korban dari pihak lain dalam perang itu harus dicermati. Akses ke daerah itu dibatasi dan komunikasi telepon sering putus, yang menyebabkan verfikasi tentang pernyataan kedua pihak sulit. SPLM-N yang merupakan kelompok minoritas agama dan etnik adalah anggota aliansi pemberontak Sudan yang berusaha menggulingkan pemerintah Khartoum. Mereka melaporkan terjadi peningkatan perang sejak Sudan dan Sudan Selatan pada September menandatangani satu perjanjian bagi zona penyangga perbatasan yang didemiliterisasi untuk menghentikan dukungan kepada pemberontak itu. Lodi mengatakan pasukan pemerintah yang didukung tank-tank, pesawat-pesawat tempur dan helikopter-helikopter tempur berusaha merebut desa Didko yang dikuasai pemberontak sekitar 20km timur laut Kadugli dan terjadi serangan sepanjang hari terhadap pemberontak. Ia mengatakan tujuh tentara pemerintah tergelatak di lapangan dan mereka yang selamat membawa rekan-rekan mereka yang tewas. Ketika tentara lari ke arah Kadugli, pemberontak menembakkan 10 peluru mortir yang ditujukan ke posisi-posisi militer di kota itu, katanya. Para saksi mata di Kadugli tidak dapat dihubungi untuk diminta komentar. Pemberontak mengatakan mereka menargetkan instalsi-instalasi militer dan menewaskan sejumlah tentara, tetapi media resmi mengatakan beberapa warga sipil tewas akibat serangan mortir pemberontak. Empat peluru mortir jatuh dekat kompleks Dana Anak-Anak PBB di Kadugli dalam serangan awal pekan lalu, kata PBB. "Pada 25 Oktober semua personil PBB di Kadugli diperintahkan pindah untuk sementara" ke satu pangkalan pasukan perdamaian dan kantor Organisasi Internasional bagi Migrasi di luar kota itu, kata bulletin mingguan PBB Jumat. Sudan dan Sudan Selatan terlibat perang perbatasan Maret dan April, yang menyebabkan Dewan Keamanan PBB mengeluarkan satu resolusi yang memerintahkan gencatan senjata dan menyelesaikan masalah-masalah penting yang belum terselesaikan. Perjanjian mengenai zona penyangga perbatasan termasuk di antara sejumlah perjanjian mengenai minyak dan keamaan yang para pemimpin ke dua negara itu sebut untuk mengakhiri konflik mereka. SPLM-N adalah sekutu pemberontak Sudan Selatan dalam perang saudara 22 tahun, yang berakhir dengan satu perjanjian perdamaian tahun 2005 yang mengantarkan Sudan Selatan menjadi negara merdeka Juli tahun lalu. Sudan menuduh Sudan Selatan ndukung SPLM-N, satu tuduhan dibantah pemerintah di Juba (ibu kota Sudan Selatan). Perang di Kordofan Selatan dan Blue Nile, di mana SPLM-N juga terlebat,menyebabkan sekitar 900.000 orang terlantar, tetapi perundingan lebih dari satu tahun gagal mengirimkan bantuan pangan ke zona-zona pemberontak yang sangat kekurangan pangan, kata PBB. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026