
Potensi Sulaman Perlu Dikelola Secara Maksimal

Padang, (Antara) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Payakumbuh, menyatakan potensi sulaman di daerah itu perlu dikelola maksimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan juga memperkuat kebudayaan. Ketua Degranasda Kota Payakumbuh Hani Riza Falepi di Padang, Selasa, mengatakan, Sumatera Barat secara umum, dan Kota Payakumbuh khususnya, memiliki potensi sulaman yang saat ini belum dikelola maksimal, dan itu perlu untuk ditingkatkan dengan berbagai program. "Kita memiliki berbagai macam kekhasan budaya, dan salah satunya seperti sulaman yang ada di Sumbar, seperti "sulaman tikam jajak, sulaman kapalo samek, yang ada di Kota Payakumbuh, padahal jika pengrajin mau untuk mengembangkanya dengan dunia model, dan juga mengikuti dunia busana yang ada saat ini sulama bisa mendapatkan tempat tersendiri," kata Hani. Dia menambahkan, sebab itu, pengrajin juga harus mampu bersinergi dengan perancang busana, untuk membuka peluang lebih besar dalam pengembangan hasil kebudayaan lokal ini. Selain sulaman, Degranasda Kota Payakumbuh juga melihat masih adanya potensi di dunia busana yang dapat digabungkan dengan dunia mode, seperti songket pandi sikek, bordir, dan lainnya. "Saat ini ada sekitar 10 sampai 20 pengrajin sulaman di daerah ini, dan itu perlu untuk terus dikembangkan, sebab itu pemerintah daerah setiap tahunnya juga terus memberikan pelatihan agar pengrajin tersebut dapat terus bertambah, dan dunia usaha dapat berkembang," jelasnya. Heni menambahkan, sebab itu, Kota Payakumbuh dalam waktu dekat melaksanakan event perpaduan dunia mode, desainer, dan juga pengrajin, dengan menggelar peragaan busana yang bertema Exquisite Culture (honesty, integrity dan sincerity) dalam arti kata "kebudayaan nan elok". Sementara Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Payakumbuh Indra Sofyan, menjelaskan, hasil kerajinan masyarakat tersebut dalam beberapa tahun terakhir pengrajin memang mulai tumbuh di daerah itu. "Saat ini keberadaan pengrajin memang mulai tumbuh, namun perlu ditingkatkan, sebab itu pemerintah daerah terus melakukan pelatihan, dan juga memberikan bantuan seperti mesin yang diperlukan untuk tenun, dan lainnya," kata Indra. Indra menambahkan, potensi ini memang besar, sebab itu untuk pelatihan dan pembinaan pada masyarakat, tahun 2012 diperbantukan Rp250 juta. (*/eko/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
