
PLN Sumbar bertekad menerangi daerah 3 T

Kami sangat berharap ada kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program melistriki desa atau dusun penduduk di daerah 3 T, karena tidak bisa PLN sendiri seperti berkaitan dengan ketersedian akses jalan
Padang (ANTARA) - PT. PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat (UIW Sumbar) bertekad untuk tetap menerangi permukiman penduduk di Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang berstatus daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3 T) di provinsi itu.
"Khusus di daerah 3 T, yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai yang akan menjadi titik fokus perhatian pada tujuh desa yang belum dialiri listrik dari PLN, tapi penerangan masyarakat baru dari energi tenaga surya bantuan pemerintah," kata General Manager PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto di Padang, Rabu.
Ia menyebutkan, Kepulauan Mentawai memiliki 341 dusun di 43 desa yang tersebar pada 10 kecamatan, semuanya sudah mendapatkan penerangan listrik, hanya tujuh desa listriknya masih non PLN.
Tujuh desa itu, meliputi Desa Betumonga (Pulau Sipora), Desa Sagulubbek (Pulau Siberut), Desa Sirilogui (Pulau Siberut), Desa Sotboyak (Pulau Siberut), Desa Bojakan (Pulau Siberut), Desa Simatalu (Pulau Siberut), Desa Sigapokna (Pulau Siberut).
Bambang mengatakan, secara geografi wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai cukup menantang seperti harus menempuh jalur laut dan terbatas akses jalan antar desa-desa yang ada disana, namun komitmen PLN UIW Sumbar tetap berupaya mengantarkan cahaya ke rumah penduduk.
Dengan tidak ada ketersediaan akses jalan tersebut, akibatnya menjadi kendala dalam menarik jaringan dan pengangkutan tiang ke sejumlah permukiman penduduk tersebut.
Kendati demikian, kata dia dengan semangat menjalankan amanah dari pemerintah melalui program bernama Ekspedisi Mentawai Terang pada 2020, sudah terjadi penambahan dua desa teraliri listrik PLN sehingga masyarakat sudah dapat menikmati.
Justru itu, pada tahun ini Ekspedisi Mentawai Terang masih tetap dilanjutkan yang akan fokus ke tujuh desa tersebut.
"Kami sangat berharap ada kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program melistriki desa atau dusun penduduk di daerah 3 T, karena tidak bisa PLN sendiri seperti berkaitan dengan ketersediaan akses jalan," katanya.

Dengan kolaborasi bersama sektor lain tersebut, tambah dia tentu akan berdampak terhadap naiknya Rasio Elektrifikasi (RE) di Kepulauan Mentawai yang saat ini 70,62 persen. Sedangkan Rasio Desa (RD) berlistrik sudah 83,72 persen.
"Kondisi RE di daerah Sumbar daratan dan kepulauan memang terdapat perbedaan signifikan, terutama seperti di Mentawai berkaitan dukungan infrastruktur jalan," ujarnya.
Bambang menegaskan, pihaknya berkomitmen terus mendorong agar Rasio Elektrifikasi (RE) listrik di Sumbar terus meningkat, diposisi akhir Desember 2020 berapa pada 99,40 persen atau terjadi kenaikan 1,12 persen dari posisi 2019.
"Kita bertekad ke depannya RE di Sumbar terus meningkat sehingga bisa mencapai 100 persen," ujarnya.
Hal ini, tambahnya tentunya bersamaan dengan selalu tetap menjaga mutu dan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.
"Mandat utama yang diberikan pemegang saham atau pemerintah kepada PLN agar selalu menjaga keandalan pasokan listrik dan kualitas pelayanan dalam kondisi apapun, termasuk bencana alam dan non alam seperti pandemi COVID-19,” ujarnya.***
Pewarta: Siri Antoni
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
