Logo Header Antaranews Sumbar

Oxfam: Uni Eropa Harus Perpanjang Embargo Senjata Suriah

Jumat, 24 Mei 2013 11:53 WIB
Image Print

London, (Antara/AFP) - Pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels pekan depan harus memperpanjang embargo senjata terhadap Suriah dan mendorong solusi politik bagi perang saudara di negara itu, kata lembaga amal yang berbasis di Inggris Oxfam Jumat. Lembaga bantuan itu mengatakan akan "bertanggung jawab" untuk tidak memperluas larangan senjata dan memperingatkan kegagalan untuk melakukannya bisa memadamkan harapan terobosan pada KTT perdamaian AS-Rusia yang dijadwalkan 12 Juni. "Membiarkan embargo senjata Uni Eropa sampai akhir bisa memiliki konsekuensi yang menghancurkan," kata Kepala Pengontrolan Senjata Oxfam Anna Macdonald. "Tidak ada jawaban yang mudah ketika mencoba untuk menghentikan pertumpahan darah di Suriah, namun mengirim lebih banyak senjata dan amunisi jelas bukan salah satu dari mereka." Lembaga itu memperingatkan bahwa upaya Inggris dan Prancis untuk menyalurkan senjata ke tangan pejuang pemberontak bisa "mengobarkan api konflik dan menimbulkan banyak kematian". "Ada risiko serius, senjata dapat digunakan untuk melakukan pelanggaran hak asasi manusia," kata Macdonald. "Mentransfer lebih banyak senjata ke Suriah hanya dapat memperburuk skenario neraka bagi warga sipil. "Inggris dan Prancis menentukan arah tindakan berisiko itu," tambahnya. "Diplomasi harus menjadi prioritas." Lebih dari 94.000 orang telah kehilangan nyawa mereka dalam konflik yang berkobar dua tahun lalu menyusul aksi-aksi protes terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Menteri luar negeri Uni Eropa akan bertemu pada Senin untuk membahas tanggapan mereka terhadap krisis yang sedang berlangsung. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026