Logo Header Antaranews Sumbar

Aprisindo: "Sweeping" Buruh Turunkan Target Ekspor Sepatu

Jumat, 2 November 2012 21:25 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) pesimistis target ekspor sepatu pada tahun depan sebesar 5 miliar dolar AS akan tercapai. Kegagalan mencapai target ekspor itu lebih disebabkan sebagian produsen di Indonesia yang berencana merelokasi pabriknya ke negara lain atau menghentikan operasional pabrik akibat tindakan "sweeping" serikat pekerja di sejumlah kawasan industri untuk menuntut penghapusan sistem "outsourcing". "Industri alas kaki merupakan industri padat karya yang membutuhkan investasi besar. Akibat aksi 'sweeping' serikat kerja di kawasan industri, salah satu pabrik sepatu mengalami kerugian Rp5 miliar per hari," kata Ketua Dewan Penasihat Aprisindo, Anton J. Supit, pada konferensi pers di Jakarta, Jumat. Penurunan produksi pada industri alas kaki, menurut Anton, membuat kinerja ekspor semakin menurun. "Dengan situasi yang tidak kondusif, kami ragu proyeksi ekspor di 2013 sebesar 5 miliar dolar AS akan tercapai. Bahkan, pabrik sepatu Bata sudah tiga minggu tidak berproduksi karena sweeping serikat pekerja," paparnya. Investasi di sektor alas kaki, lanjut Anton, akan terhenti karena tidak ada jaminan keamanan dari pemerintah. Investor paling takut jika tidak ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Investasi di sektor alas kaki sekitar 600 juta dolar AS akan terhenti jika pemerintah tidak mengambil tindakan tegas terhadap aksi buruh, ujarnya. Anton menambahkan, investor lebih memilih Myanmar dan Bangladesh untuk menanamkan modalnya di sektor alas kaki karena kedua negara itu memiliki kepastian hukum. Kalau investor sepatu sekali hengkang dari Indonesia, mereka tidak akan kembali lagi menanamkan modalnya. Pelaku usaha setuju jika upah dinaikkan, asalkan daya dukung di dalam negeri kondusif, tandasnya. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026