Camat minta pedagang Pantai Sasak utamakan pelayanan

id Pasaman Barat, Sumbar,Padang

Camat minta pedagang Pantai Sasak utamakan pelayanan

Pantai Sasak Kabupaten Pasaman Barat setiap akhir pekan selalu ramai dikunjungi masyarakat. Pedagang diminta utamakan pelayanan kepelada pengunjung (ANTARA/ Altas)

Simpang Empat, (ANTARA) - Camat Sasak Ranah Pasisia Bona Fatwa meminta pedagang di Pantai Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisia Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) agar mengutamakan layanan dengan sikap ramah tamah kepada pengunjung.

"Sikap ramah tamah dalam konsep wisata merupakan variabel yang mempengaruhi tingkat kunjungan masyarakat selain variabel lainnya," kata dia di Simpang Empat, Minggu.

Ia mengatakan jika melayani pengunjung dengan sikap ramah tamah maka akan membuat mereka terkesan dan puas untuk kembali lagi.

"Sikap ramah tamah ini tentu dibarengi dengan kebersihan, menu makanan dan minuman yang enak dan menarik," katanya.

Ia juga meminta masyarakat Pantai Sasak dapat terbuka dengan program pemerintah untuk pengembangan destinasi wisata di Sasak.

Menurutnya Pantai Sasak merupakan salah satu objek wisata yang indah. Selain memiliki pasir yang indah juga saat ini ada objek pohon seribu di tepi pantai itu.

Pantai Sasak berada di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia yang berjak sekitar 20 kilometer dari Simpang Empat. Selain wisata pantai, pengunjung bisa menikmati wisata pohon seribu dan wisata kuliner khas Sasak.

Gulai sabo adalah salah satu makanan khas di kawasan wisata pohon seribu Sasak yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Simpang Empat.

"Gulai sabo ini semakin dikenal oleh wisatawan. Tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati gulai sabo di kawasan Pohon Seribu Sasak," kata salah seorang pengunjung Momon.

Gulai sabo merupakan makanan khas berisi berbagai jenis ikan dengan kuah santan dibumbui cabai hijau.

Selain itu juga ada panggang ikan pacak. Ikan segar yang baru diangkat dari pukat nelayan dipanggang langsung dengan dibubuhi bumbu khas pantai Sasak.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar