Logo Header Antaranews Sumbar

Baznas Sumbar operasikan rumah singgah di Padang

Sabtu, 5 Desember 2020 18:52 WIB
Image Print
Baznas Sumbar (Antara/HO)

Padang (ANTARA) - Pengurus Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sumatera Barat mengoperasikan sebuah rumah singgah 10 kamar yang berlokasi di kawasan Jati, Kota Padang untuk dimanfaatkan bagi warga Sumatera Barat yang memerlukan tempat bernaung saat membawa keluarga mereka berobat ke RSUP M Djamil Padang.

Wakil ketua Bidang Kesekretariatan, SDM dan Administrasi Baznas Sumbar Dr Drs H Sobhan Lubis di Padang, Sabtu, menyatakan, keberadaan rumah singgah sejak dua bulan terakhir sudah banyak dimanfaatkan warga apalagi saat pandemi COVID-19, RS sangat ketat mengizinkan keluarga orang yang dirawat untuk menjaga pasien.

"Kamar di rumah singgah selalu terisi meski tidak semua kamar penuh. Kita juga bekerjasama dengan dompet dhuafa untuk menampung orang yang membutuhkan tempat bernaung sementara," ujar Sobhan yang juga dosen di UIN Imam Bonjol Padang itu.

Di rumah singgah juga sudah tersedia dua buah kendaraan operasional untuk dimanfaatkan bagi keluarga pasien. Baznas juga siap mengantarkan pasien dan keluarga ke daerah asal tanpa bayaran tapi untuk penjemputan ke lokasi belum disediakan layanan itu.

Selama di rumah singgah, Baznas menyediakan beras dan alat masak, sedangkan keperluan lauk pauk dan buah disediakan sendiri oleh warga yang memanfaatkan rumah singgah tersebut.

Pihaknya sudah memberitahukan ke Baznas kabupaten/kota tentang keberadaan rumah singgah ini, agar warga di daerah mereka yang berobat ke RS dan keluarganya tidak boleh menemani bisa memanfaatkan rumah singgah dimaksud.

"Kita memang baru menyewa rumah singgah dengan kapasitas tiga orang untuk satu kamar atau mampu menampung 30 orang dan itu juga belum diresmikan oleh gubernur. Meski begitu pemanfaatannya sudah dirasakan oleh banyak umat," jelas Sobhan.

Lokasi rumah singgah yang dekat dengan rumah sakit terbesar di Sumatera Barat itu sangat membantu keluarga pasien, apalagi disana juga ada petugas siaga.

Rumah singgah juga bisa dimanfaatkan oleh korban bencana alam dan kebakaran, begitu juga dengan korban bencana lainnya.

Pihaknya juga berencana mendirikan rumah sehat yang bisa memberikan layanan medis bagi orang yang berhak menerima zakat, hanya saja lokasinya belum ditetapkan dan berharap ada umat yang mau mendonasikan tanah mereka untuk pembangunannya.

Keberadaan rumah singgah tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan uang zakat penghasilan dari aparatur sipil negara dan umat yang memercayakan pengelolaan zakatnya ke Baznas. Semenjak Januari hingga Nopember 2020 ini Baznas telah mengumpulkan Rp18 miliar lebih zakat dari belasan ribu orang yang berzakat dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dakwah dan advokasi. ***3***



Pewarta:
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026