Ilmuwan Iran dibunuh, Sekjen PBB angkat bicara

id Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),Antonio Guterres ,pembunuhan ilmuwan Iran,ilmuwan nuklir iran,Fakhr

Ilmuwan Iran dibunuh, Sekjen PBB angkat bicara

Tangkapan Layar: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres menyampaikan sambutan pada pertemuan tingkat tinggi tentang ACT- Accelerator yang diadakan secara virtual di sela-sela Sidang ke-75 Majelis Umum PBB, Rabu (30/9/2020). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

New York (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Jumat (27/11) mendesak semua pihak untuk menahan diri pascapembunuhan ilmuwan Iran.

Pernyataan yang dikutip oleh juru bicaranya itu menanggapi peristiwa seorang ilmuwan nuklir Iran, yang telah lama dicurigai oleh Barat sebagai dalang program senjata atom rahasia, dibunuh di dekat Teheran.

"Kami telah mencatat laporan bahwa seorang ilmuwan nuklir Iran telah dibunuh di dekat Teheran hari ini," kata juru bicara Guterres, Farhan Haq.

"Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan peningkatan ketegangan di wilayah tersebut," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Iran mengatakan ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhri Zadeh dibunuh oleh "teroris bersenjata" di dekat Ibu Kota Teheran pada Jumat (27/11).

Media setempat melansir bahwa Fakhri Zadeh, kepala program nuklir Kementerian Pertahanan, diserang di Desa Absard, 60 kilometer timur laut Teheran, pada sore hari.

Sumber : Reuters
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar