Logo Header Antaranews Sumbar

Senegal Minati Produk Industri Strategis Indonesia

Jumat, 17 Mei 2013 07:12 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Senegal berminat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan antara lain dengan berencana untuk membeli sejumlah produk industri strategis Indonesia. Rilis Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI-Parlemen Senegal yang diterima di Jakarta, Kamis malam, menyebutkan Senegal saat ini telah memiliki dua pesawat CN-235 versi 220 yang merupakan produksi PT Dirgantara Indonesia. Selain kerja sama dalam pembelian produk industri strategis, kedua parlemen negara itu juga membicarakan terkait kemungkinan peningkatan kapasitas sumber daya manusia baik di bidang pelatihan perwira militer maupun perwira polisi. Sebagaimana diketahui, delegasi DPR RI yang dipimpin Tantowi Yahya sedang melakukan kunjungan ke Dakar, Senegal, 14-17 Mei. Kunjungan delegasi wakil rakyat itu beranggotakan lima anggota DPR RI yang terdiri atas fraksi Demokrat, Golkar, dan PDIP. Secara marathon, delegasi DPR RI pada Rabu (15/3) telah bertemu dengan Parliamentary Group of Majority, Benno Bokk Yaakar (dari Partai Together We Share Hopes) dan Komisi Hankam. Isu-isu spesifik yang dibahas terkait dengan upaya penguatan kerja sama antar parlemen serta bertukar pandangan mengenai pemilu, peran parlemen, demokrasi, partisipasi perempuan, pembukaan kedutaan Senegal di Jakarta, serta isu-isu politik keamanan, ekonomi dan pembangunan tataran domestik, regional dan global. Di hari yang sama, delegasi juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pelayanan dan Pekerjaan Umum Senegal. Turut mendampingi delegasi dalam setiap pertemuan Duta Besar RI untuk Senegal, Andradjati. Hubungan RI - Senegal yang secara resmi dibuka pada tanggal 3 Oktober 1980 dan baru kemudian diikuti dengan pembukaan KBRI Dakar pada tahun 1982. Hubungan kedua negara baik di tingkat bilateral maupun multilateral dalam kerangka PBB, GNB, G-15, dan OKI berlangsung baik. Di bidang ekonomi, total perdagangan RI-Senegal 2012 tercatat senilai 46,1 juta dolar AS dengan ekspor RI mencapai 43 juta dolar AS. Ekspor RI mencakup antara lain produk-produk minyak hewani/nabati, mesin, bahan kimia, sabun, pakaian, dan furnitur. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026