Logo Header Antaranews Sumbar

Seniman Padang berekspresi di tengah pandemi COVID-19 lewat mural

Senin, 5 Oktober 2020 18:51 WIB
Image Print
Proses pembuatan mural oleh sembilan seniman di kawasan Nanggalo, Padang, pada Senin (5/10). (Antarasumbar/FathulAbdi)
Ada sembilan seniman yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, mereka mengekspresikan diri lewat karya-karya mural atau grafiti,

Padang (ANTARA) - Sejumlah seniman di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengekspresikan diri di tengah pandemi COVID-19 yang tengah mewabah lewat karya mural serta grafiti.


"Ada sembilan seniman yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, mereka mengekspresikan diri lewat karya-karya mural atau grafiti," kata salah satu seniman mural Teguh Eko Saputra di Padang, Senin.


Ia mengatakan tidak ada batasan tema tertentu yang diusung dalam mural bersama tersebut, karena para seniman bebas menafsirkan, mengambil perspektif, atau mengutarakan kegelisahan masing-masing lewat karyanya.


"Kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan hal lainnya tentu berpengaruh ke aktivitas, pola pikir, serta ide karya, ini yang coba diekspresikan," kata pria yang akrab disapa Eko Crowded.


Pembuatan mural serta grafiti dilakukan di atas media tembok yang terdapat di Jalan Merpati, Nanggalo, Padang.


Ada beragam objek yang digunakan para pemural dalam gambarnya seperti manusia, masker, gerobak, dan lain-lain dengan warna yang berbeda-beda.


Gambar-gambar berskala besar yang digoreskan tangan para seniman berhasil mencuri perhatian warga yang melintas di kawasan setempat.


Setidaknya masing-masing seniman yang mayoritas berlatar belakang mahasiswa Seni Rupa menggarap media dinding sekitar 2,5 meter.


Sembilan seniman tersebut adalah Eko Crowded, Arif Boska, Salman Hijrah, Angga Golek, Harry Tokok, Kasun, Koesang, Verdian Rayner, dan Masoki (grafiti).


"Masing-masing membuat gambarnya sendiri, tapi secara utuh seluruh gambar nanti akan menjadi satu kesatuan," katanya yang pernah memural kawasan trotoar di Jalan Khatib Sulaiman Padang.


Selain itu, mural bersama juga menjadi wadah silaturahim antar seniman, serta penyegaran setelah beberapa waktu belakangan hanya berkegiatan di rumah tanpa tatap muka.


"Berkegiatan di luar secara bersama-sama punya kesan tersendiri, karena ada interaksi yang terjadi antar seniman serta interaksi dengan lingkungan," jelasnya.


Eko mengatakan pengerjaan mural telah mulai dilakukan pada Sabtu (3/10) hingga akhirnya selesai pada Senin (5/10) sekitar pukul 18.00 WIB.




Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026