
Badko HMI Sumbar Mengecam Diskriminasi Terhadap Pemuda

Padang, (ANTARA) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badko HMI Sumbar menggelar aksi damai di DPRD setempat, Kamis, guna menuntut perhatian pemerintah terhadap keberadaan pemuda dan mengecam diskriminasi terhadap pemuda.Aksi ini di mulai dari UNP dengan melakukan longmarch menuju gedung DPRD Sumbar. Koordinator aksi, Reno Fernandes di Padang, Kamis, mengatakan aksi damai ini hanya untuk menyampaikan apirasi dan menyosialisasikan kepada pemerintah terutama Pemprov bahwasannya pemuda-pemuda Sumbar masih banyak berbuat untuk kemajuan daerah. Sebab, imbuh dia, disadari atau tidak, pemuda saat ini mulai disudutkan dengan persepsi atau anggapan bahwa kekacauan kerusakan di negeri ini diakibatkan oleh pemuda."Pemerintah juga banyak menyudutkan pemuda dengan poin-poin negatif, seperti tawuran pelajar, anarkisme mahasiswa dan lainnya dengan membuat imbuan atau papan reklame. Namun, fakta atau aplikasi pemerintah di lapangan tidak terlihat," ujarnya.Dia menambahkan, semua informasi yang membentuk persepsi tersebut dihimpun dalam berbagai media yang pada akhir kesimpulannya pemuda Indonesia yang ada saat ini merupakan momok yang menakutkan layaknya virus yang mengancam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Sehingga, lanjut dia, hari ini pemuda dinilai tidak lagi menjadi harapan bangsa, pemuda tidak lagi penggiat kokohnya suatu bangsa, pemuda tidak lagi cerminan bangsa karena pemuda secara sadar maupun tidak sadar telah didiskriminasi oleh sistem informasi dan birokrasi yang ada."Hal itu terlihat dari pemerintah terutama Pemprov Sumbar yang saat ini lebih senang dan percaya menyerahkan pekerjaan dan lahannya kepada asing dibandingkan anak kandungnya (pemuda)," katanya. Dari segi pendidikan, kata dia, pemuda Sumbar dahulu sangat disegani di tingkat nasional. Salah satu bukti dari kebesaran pemuda Sumbar yaitu terlahirnya Bung Hatta sebagai salah seorang Proklamator yang menggagas kemerdekaan Indonesia.Kejayaan itu, saat ini mulai pudar karena pengaruh globalisasi yang tidak dipersiapkan dampak negatifnya terhadap perkembangan pemuda Sumbar saat ini. Sebab, pemerintah terutama Pemprov lebih memperhatikan korelasi antara perkembangan globalisasi terhadap mutu pendidikan, sebut dia.Melalui momentum peringatan Sumpah Pemuda saat ini, Badko HMI Sumbar dan elemen pemuda ingin menyampaikan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan pemerintah, terutama Pemprov Sumbar."Salah satunya mengecam segala diskriminasi yang dilakukan terhadap pemuda saat ini. Lalu menuntut pemerintah dalam menjalankan UUD 1945 dalam hal pemerataan dan akses pendidikan," katanya.Dia mengatakan, mahasiswa atau pemuda berharap poin-point aspirasi tersebut, dapat ditindaklanjuti oleh DPRD ke pemerintah atau pembuat kebijakan. "Namun, jika poin-poin tersebut tidak tereasasikan maka Badko HMI Sumbar akan kembali membawa massa yang lebih banyak untuk aksi unjuk rasa," ujarnya.Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Sumbar, Mulis Mohamad Nur. SH saat menerima massa pengunjukrasa mengatakan, pihaknya sangat mendukung terhadap aspirasi mahasiswa yang telah disampaikan, dan akan disampaikan ke Gubenur. Setelah aspirasi tersebut di terima pihak DPRD Sumbar, massa aksi membubarkan diri ke tempat masing dengan tertib. (stn)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
