
PLN Dapat Gunakan Bahan Bakar Batubara

Medan, (ANTARA) - Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara, Abubakar Siddik menyarankan pada manajemen perusahaan listrik negara, pada 2013 dapat menggunakan batu bara sebagai pengganti bahan bakar minyak. "Dengan penggunaan bahan bakar batu bara itu, biaya belanja dan operasional Perusahaan Listrik Negara (PLN) dapat ditekan seefesien mungkin dan tidak terlalu besar seperti yang terjadi selama ini," katanya di Medan, Kamis. Penggunaan batu bara bagi PLN sangat tepat sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman yang terjadi saat ini.Pemanfaatan batu bara itu juga sudah lama dilakukan di negara-negara maju dan sedang berkembang di luar negeri. Sehubungan dengan itu, katanya, PT PLN dapat menggunakan batu bara sebagai bahan bakar untuk menggerakan gardu listrik. "Bahan bakar batu bara itu sudah wajar digunakan PT PLN sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) dan harganya juga murah dan banyakterdapat di Indonesia," ucapnya. Abubakar mengatakan, kemungkinan bisa saja mengenai rencana kenaikan tarif listrik (TDL) pada 2013, kisaran 17 dan 18 persen, karena tingginya biaya operasional yang dikeluarkan BUMN tersebut. "Jadi, PT PLN juga harus terpaksa menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada pada saat ini. Kalau tidak seperti itu, maka BUMN yang bergerak dalam jasa penerangan listrik tersebut akan terus merugi," ujarnya. Ia mengatakan, pihak PLN tentunya juga tidak mau menanggung rugi dalam mengelola perusahaan milik negara tersebut.Tentunya solusi yang terbaik adalah dengan cara harus menaikkan TDL. Abubakar mengatakan, dengan adanya rencana pemerintah untuk menaikkan TDL itu, tentunya jelas mendapat respon dari konsumen listrik dan masyarakat, karena dianggab sangat memberatkan mereka. Apalagi, jelasnya, dalam situasi ekonomi yang ada saat ini, kenaikan TDL itu, sangat menyulitkan konsumen atau pengguna jasa listrik tersebut. "Pemerintah juga diharapkan harus bersikap arif dan bijaksana, sebelum menaikkan TDL tersebut, mengingat perekonomian masyarakat yang ada saat ini semakin susah," ujarnya. Ia mengatakan, dengan ketentuan TDL 2012 konsumen dan masyarakat sudah susah untuk membayarnya dan juga banyak tunggakan. Apalagi, kalau jadi dinaikkan TDL pada 2013, bagaimana keadaan konsumen dan masyarakat nantinya. "Dapat dibayangkan, konsumen dan masyarakat akan semakin menderita dan banyak tunggakan rekening listrik yang tidak bisa dilunasi mereka," kata Abubakar. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
