Logo Header Antaranews Sumbar

Bentrokan Meletus Antara Dua Kelompok Pengunjukrasa di Tripoli

Sabtu, 4 Mei 2013 20:10 WIB
Image Print

Tripoli, (Antara/AFP) - Bentrokan meletus di ibu kota Libya, Tripoli, pada Jumat antara pengunjukrasa menentang milisi di kota itu dengan pendukung undang-undang untuk memecat pejabat penting masa Gaddafi, kata saksi. Ratusan orang berkumpul di taman Aljazair untuk mengecam milisi, yang mengepung kementerian kehakiman dan luar negeri untuk mendesak pemecatan pejabat bekas pemerintah Muammar Gaddafi. Pengunjukrasa membawa plakat bertuliskan "Era milisi telah berakhir" dan "Serangan terhadap kementerian adalah serangan terhadap rakyat Libya" serta "Tidak untuk senjata, ya bagi dialog". Massa bergerak ke Taman Makam Pahlawan di mana mereka terlibat bentrok dengan para demonstran yang menyerukan persetujuan rancangan undang-undang untuk memecat para pejabat era-Gaddafi dari kedudukan penting pemerintah, kendatipun tidak seorangpun cedera. Pengunjukrasa utama kemudian meninggalkan taman itu menuju kantor perdana menteri untuk "menyatakan solidaritas Tripolittan dengan pemerintah dan pihak berwenang di negara itu," kata seorang penyelenggara unjukrasa itu. Tentara Libya melakukan penjagaan Jumat di lokasi strategis sekitar ibu kota itu, dan tentara dalam truk-truk yang membawa senapan mesin juga dikerahkan di Taman Makam Pahlawan menjelang aksi protes itu. Sementara itu, di kota Benghazi, Libya timur, kelompok bersenjata mengacung-acung senapan api membubarkan satu protes oleh kelompok, yang berunjukrasa menentang pengepungan dua kementerian itu, sementara pemerintah di Tripoli, kata aktivis Mabrouka al-Mesmari. "Ada 15 orang dari kami dalam unjuk rasa itu. Satu kelompok milisi bersenjata datang dan melarang kami berkumpul dan mengancam kami dengan senjata-senjata mereka," katanya. Para pria bersenjata di Tripoli mengepung kementerian luar negeri sejak Ahad dan kementerian kehakiman sejak Selasa, untuk menuntut Kongres Umum Nasional (GNC) menyetujui satu rancangan undang-undang yang akan memecat para pejabat bekas pemerintah Muammar Gaddafi. Kelompok-kelompok yang sama, sebagian besar mereka mantan pemberontak yang berperang untuk menggulingkan Gaddafi tahun 2011 menduduki sebentar kementerian keuangan Senin. GNS, badan politik tertinggi Libya, sedang mempelajari usul-usul bagi satu undang-undang yang akan memecat para tokoh penting dari pemerintah Gaddafi dari jabatan-jabatan mereka. Atas desakan yang meningkat dari para pengunjuk rasa, GNC Senin mengatakan pihaknya menangguhkan sidang paripurna sampai Ahad. GNC mengatakan penundaan itu diperlukan untuk memberikan waktu kepada kelompok-kelompok politik di GNC waktu membahas rancangan undang-undang itu untuk mencapai satu kompromi mengenai undang-undang itu. Wakil Presiden GNC Salah al-Makhzoum mengatakan satu kompromi telah dicapai antara kelompok-kelompok politik dengan menambahkan kata"pengecualian" dalam rancangan undang-undang itu untuk mempertahankan para individu penting. Ia mengatakan rancangan undang-undang itu diperkirakan akan diputuskan pekan depan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026