Tiga zona satwa di TMSBK Bukittinggi ditutup, berikut lokasinya?

id Habitat aviary di TMSBK Bukittinggi,TMSBK Bukittinggi,berita Bukittinggi,Bukittinggi terkini,berita sumbar,sumbar terkini

Tiga zona satwa di TMSBK Bukittinggi ditutup, berikut lokasinya?

Habitat aviary di TMSBK Bukittinggi yang masih dalam proses pembangunan. Direncanakan sarana itu dapat dioperasionalkan pada September 2020. (ANTARA/ Ira Febrianti)

Bukittinggi, (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menutup tiga zona satwa di objek wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) untuk keperluan pembangunan fasilitas baru dan revitalisasi.

"Zona satwa yang ditutup yaitu zona reptil, karnivora dan unggas. Kami harap pengunjung memaklumi karena itu upaya meningkatkan fungsi TMSBK untuk wisata edukasi," kata Kepala Bidang TMSBK Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Bukittinggi Ikbal di Bukittinggi, Selasa.

Penutupan tiga zona tersebut sudah dilakukan sejak April 2020. Artinya sejak TMSBK dibuka kembali usai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 30 Mei 2020 pengunjung akan mendapati area yang diberi batas dan dilarang untuk dilewati.

Kemudian satwa burung sudah dipindahkan ke kandang-kandang ukuran kecil dan reptil serta karnivora ditempatkan di kandang sementara.

Usai pembangunan baru dan revitalisasi, kandang burung akan berupa habitat aviary berukuran besar dan pengunjung dapat memasuki area itu di mana satwa burung terbang bebas di dalamnya.

Sementara kandang reptil dan karnivora diberi pembatas serupa kaca sehingga pengunjung dapat lebih leluasa menyaksikan satwa dibandingkan kondisi sebelumnya berupa kandang berterali besi dan pagar pembatas.

Saat ini pembangunan untuk habitat aviary telah selesai sekitar 80 persen tersisa pekerjaan penataan tanaman dan penyempurnaan pembangunan taman. Diperkirakan dapat dioperasionalkan pada September 2020.

Sedangkan kandang untuk jenis reptil dan karnivora yang revitalisasinya baru dikerjakan, dijadwalkan pekerjaannya selesai pada akhir 2020.

Ia menerangkan pembenahan di TMSBK selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah yang berasal dari retribusi objek wisata.

Sebelumnya sejak 20 Maret 2020 sampai 29 Mei 2020 semua objek wisata ditutup karena wabah COVID-19 dan diperkirakan daerah kehilangan pemasukan hingga Rp3,5 miliar.

Khusus di TMSBK, terangnya, dalam satu tahun 35 persen pendapatan disumbang oleh kunjungan wisatawan saat momen libur Idul Fitri yang saat itu masih dalam masa PSBB.

"Jadi penutupan objek wisata kemarin itu cukup berpengaruh. Nanti setelah ada fasilitas baru kami harap memancing wisatawan kembali dan meningkatkan pendapatan daerah," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar