Logo Header Antaranews Sumbar

Fadli Zon: Berantas Korupsi harus Ada Niat

Rabu, 24 April 2013 18:33 WIB
Image Print
Fadli Zon. (Antara)

Semarang, (Antara) - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan upaya memberantas tindak pidana korupsi membutuhkan niat dan usaha, serta keteladanan dari pemimpin kepada yang ada di bawahnya. "Saya percaya kalau yang di atas bersih, di bawah pasti bersih. Kalau dari pimpinan bersih dan bisa memberikan teladan, yang di bawah pasti tidak akan berbuat korupsi," katanya di Semarang, Rabu. Hal itu diungkapkan Fadli usai diskusi dan bedah bukunya yang berjudul "Hari Terakhir Kartosoewirjo: 81 Foto Eksekusi Iman DI/TII" yang berlangsung di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang. Fadli mengungkapkan sebenarnya mudah untuk memberantas korupsi kalau pemerintah memang mau, salah satunya tidak bersikap tebang pilih dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak diintervensi dalam menjalankan tugasnya. Menurut dia, KPK harus dibiarkan bekerja sesuai kemampuannya tanpa ada intervensi dan justru harus didukung dan diperkuat perannya melalui dukungan sumber daya manusia (SDM) maupun dukungan finansial. "Perkuat KPK itu, baik melalui dukungan SDM maupun finansial supaya dalam menjalankan tugasnya lebih independen. Menurut saya, kalau memang mau dan ada usaha, pasti gampang memberantas korupsi," katanya. Pemberantasan korupsi, kata dia, harus pula dilakukan dengan mengecek kekayaan pejabat melalui pajak yang dibayarkannya, apakah antara kekayaan yang dilaporkan sesuai dengan pajak yang dibayarkan. Ia juga menyayangkan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sempat mengaku terkadang frustasi dalam memberantas korupsi, meski apa yang disampaikan itu merupakan ungkapan yang jujur. Pernyataan tersebut, kata dia, sebenarnya tidak perlu diungkapkan karena justru cenderung menyuruh masyarakat untuk menerima kondisi yang terjadi bahwa korupsi yang terjadi sudah sedemikian parah. "Menurut saya, korupsi memang parah. Tetapi, tugas pemerintah untuk memberantas korupsi. Kalau seorang presiden saja hampir frustasi memberantas korupsi, bagaimana dengan kita sebagai rakyat," kata Fadli. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026