
Suarez Selamatkan Liverpool Setelah Skandal "Gigitan"

Liverpool, (Antara/AFP) - Luis Suarez mencetak gol penyama kedudukan dan melakukan kontroversi dengan menggigit lawannya, ketika Liverpool dua kali bangkit dari ketinggalan untuk bermain imbang 2-2 dengan Chelsea pada pertandingan Liga Utama Inggris di Anfield pada Minggu. Penyerang Uruguay ini menanduk gol penyama kedudukan pada masa tambahan waktu, setelah Eden Hazard sempat terlihat akan memberi tiga angka bagi tim Rafael Benitez ketika pelatih Chelsea itu kembali ke bekas klubnya. Sebelumnya, gol pembuka Oscar dapat dibalas oleh Daniel Sturridge. Bagaimanapun, pertandingan ini digelayuti insiden tanpa bola ketika Suarez terlihat menggigit Branislav Ivanovic. Sebelum pertandingan dimulai terdapat menit penghormatan untuk inisiator kampanye Hillsborough Anne Williams, serta orang-orang yang menjadi korban pada serangan di Maraton Boston. Williams, yang meninggal pekan lalu, kehilangan putranya yan berusia 15 tahun Kevin pada tragedi Hillsborough pada 1989, dan merupakan salah satu pemimpin gerakan yang memperjuangkan keadilan atas terjadinya bencana itu. Liverpool membuka peluang pada menit kelima ketika Suarez menggelindingkan bola melewati baisan pertahanan Chelsea untuk dikejar Glen Johnson, namun sepakan bek kanan Inggris ini melebar. Chelsea mulai menemukan irama mereka dan tidak lama kemudian Oscar menerima yang umpan, namun upayanya masih dapat digagalkan Jose Reina. Kiper Liverpool itu tidak terlihat nyaman pada menit ke-20, ketika ia lebih memilih meninju bola sepakan spekulasi jarak jauh dari Ramires. Kepercayaan diri pasukan Benitez bertambah, ditambah lagi kurangnya konsentrasi bek Liverpool Jamie Carragher yang membuat Chelsea dapat memimpin pada menit ke-26. Juan Mata melepaskan tendangan penjuru ke tiang dekat, dan bek tengah veteran Carragher gagal menutup laju Oscar, yang menanduk bola melewati Reina. David Luiz nyaris memperbesar keunggulan Chelsea dua menit kemudian, ketika Reina melepaskan bola tendangan bebas yang ditangkapnya, namun sang kiper segera berhasil menguasai bola. Tuan rumah mencoba mengancam sebelum turun minum melalui Suarez, yang menguji Petr Cech dengan tembakan keras ke tiang dekat yang masih dapat ditepis kiper Chelsea itu. Pelatih Liverpool Brendan Rodgers kemudian memasukkan Sturridge, pembelian senilai 12 juta pounds dari Chelsea pada Januari, untuk menggantikan Philippe Coutinho saat turun minum, dan sang penyerang segera memberi dampak. Sturridge memberi umpan pada Steven Gerrard saat pertandingan kembali dimulai, namun kapten Liverpool ini harus melihat tembakannya digagalkan kaki Cech dan semenit kemudian giliran tembakan Sturridge yang membentur tiang gawang. Gempuran Liverpoool menuai hasil pada menit ke-52 ketika Suarez mengirimkan bola melengkung ke dalam kotak penalti, yang dengan mudah dituntaskan Sturridge dari jarak dekat. Pemain internasional Uruguay Suarez kemudian memberi peluang bagi Chelsea untuk kembali unggul lima menit kemudian, ketika tangannya menyentuh bola di kotak terlarang dan Hazard dengan percaya diri memasukkan bola melalui eksekusi penalti. Tidak lama kemudian mantan penyerang Ajax Suarez, yang sempat satu kali dihukum larangan bermain karena menggigit lawannya saat masih bermain di Belanda, tertangkap kamera televisi menanamkan giginya ke tangan Ivanovic. Liverpool mendominasi penguasaan bola sepanjang sisa waktu, namun mereka kesuiitan menembus lini belakan Chelea. Suarez melepaskan tendangan bebas yang melebar pada menit ke-68, dan peluang bagus gagal dimanfaatkan saat pemain penggantu Jonjo Shelvey melepaskan tembakan melebar dari posisi bagus setelah mendapat operna tumit dari Sturridge. Secara tidak terduga Suarez menjadi penyelamat tim tuan rumah dan ia mengamankan satu angka ketika ia menanduk umpan jarak jauh Sturridge. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
