Logo Header Antaranews Sumbar

IMF Turunkan Proyeksi AS

Rabu, 17 April 2013 07:41 WIB
Image Print

Washington, (Antara/AFP) - Pemotongan belanja pemerintah akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tahun ini, tetapi akan dimbangi oleh menguatnya konsumsi dan investasi swasta, Dana Moneter Internasional mengatakan dalam proyeksi pertumbuhan global, Selasa. Namun, IMF memperingatkan, jika Kongres mempertahankan program pengurangan pengeluaran keras saat ini yang dikenal sebagai "sequester" hingga tahun depan tanpa moderasi pemotongan program 109 miliar dolar AS per tahun, pertumbuhan akan terus di bawah potensinya. Dalam laporan "World Economic Outlook" terbaru, IMF memproyeksikan produk domestik bruto AS akan tumbuh 1,9 persen pada 2013, dibandingkan dengan 2,2 persen tahun lalu. Dalam perkiraannya pada Januari -- ketika ekonom IMF mengantisipasi Kongres AS akan menurunkan "sequester" sebelum mulai berlaku pada 1 Maret -- IMF memperkirakan pertumbuhan 2,1 persen pada tahun ini. Tetapi dengan sektor perumahan AS berbalik naik dan suku bunga bertahan di posisi terendah sepanjang masa tanpa ancaman inflasi, IMF mengatakan pertumbuhan bisa berbalik naik menjadi 3,0 persen pada 2014. "Penguatan permintaan swasta akan lebih dari mengimbangi penurunan pada pertumbuhan konsolidasi fiskal," kata IMF. "Pemulihan mulai menunjukkan beberapa titik terang. Pertumbuhan kredit meningkat, dan kondisi pinjaman bank telah perlahan-lahan melonggar dari tingkat yang ketat." "Kegiatan konstruksi rebound pada 2012, meskipun dari tingkat rendah; harga rumah mulai naik, dan penciptaan lapangan kerja meningkat di paruh kedua tahun ini, membawa tingkat pengangguran di bawah 8,0 persen." IMF memperkirakan bahwa pemulihan pasar perumahan kemungkinan akan mempertahankan momentumnya untuk beberapa tahun ke depan, dan "rebound" harga perumahan akan membantu rumah tangga dengan keuangan milik mereka sendiri, memberi mereka daya beli lagi. AS tetap bisa jatuh ke dalam kesulitan, pemberi pinjaman krisis global mengatakan, jika tidak memantapkan rencana jangka menengah untuk mengurangi beban utang dan defisit dengan cara yang tidak mengganggu pertumbuhan. "Sebuah rencana komprehensif diperlukan yang mencakup reformasi dan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan pendapatan guna menempatkan utang publik pada pijakan berkelanjutan. "Sebuah rencana yang komprehensif akan menempatkan konsolidasi fiskal pada jalur bertahap dalam jangka pendek, mengingat pemulihan yang rapuh dan ruang terbatas untuk kebijakan moneter." (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026