Logo Header Antaranews Sumbar

Jordania Minta Bantuan PBB Atasi Dampak Perang Suriah

Senin, 15 April 2013 20:20 WIB
Image Print

Amman, (Antara/AFP) - Perdana Menteri Jordania mengatakan dampak perang di negara tetangganya, Suriah, telah mengancam keamanan kerajaan itu sehingga Amman akan mencari bantuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menanggulangi hal itu. "Krisis Suriah dan dampaknya terhadap Jordania menjadi ancaman bagi keamanan nasional," kata Perdana Menteri Abdullah Nsur kepada parlemen saat menyampaikan pernyataan kebijakannya, Ahad malam, yang transkripnya disebarkan pada Senin. "Jordania akan menghubungi Dewan Keamanan PBB untuk memaparkan mengenai situasi pengungsi Suriah di kerajaan ini," kata perdana menteri. "Dunia harus memikul tanggung jawab kemanusiaan dan keamanan (dari para pengungsi) dan membentuk kebijakan yang jelas untuk menangani krisis." Jordania mengatakan bahwa pihaknya menampung sekitar 500 ribu pengungsi Suriah dan lebih banyak lagi pengungsi dari negara yang dilanda perang itu memasuki Jordania setiap harinya. "Ribuan pengungsi Suriah terus berlindung di Jordania, dan menciptakan lebih banyak tekanan pada kondisi ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan prasarana lingkungan negara," kata Nsur kepada para anggota parlemen. "Yang membuat ini menjadi lebih berbahaya adalah krisis Suriah diperkirakan belum segera berakhir, dan karena itu Jordania mungkin menghadapi lebih banyak tekanan dalam beberapa bulan mendatang." Dia bersikeras bahwa Jordania "siap menghadapi kemerosotansituasi di Suriah ... dan mempertahankan keamanan dan kepentingan kerajaan tesebut", namun menyerukan penyelesaian politik bagi konflik itu. PBB memperkirakan bahwa sekitar 385.500 pengungsi Suriah telah mengungsi ke Jordania, termasuk hampir seperempat juta di antara mereka adalah anak-anak. Jordania menyebut jumlah totalnya sekitar 500 ribu. Seorang juru bicara PBB mengatakan bahwa agen-agennya memperkirakan jumlah itu akan melonjak ke sekitar 1,2 juta pada bulan Desember -- setara dengan sekitar seperlima dari total populasi Jordania. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026