
Bulog: Pemerintah Tetap Menjaga Mutu Raskin

Jakarta, (Antara) - Perum Badan Urusan Logistik memastikan bahwa pemerintah tetap menjaga mutu beras untuk masyarakat miskin (raskin) mulai dari gudang penyimpanan hingga diterima oleh rumah tangga miskin sasaran (RTMS). Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait raskin di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat di Jakarta, Kamis menjelaskan bahwa adanya keluhan menganai beras yang berbau atau berkutu hal itu bukan karena mutu. "Hal tersebut bukan karena mutu beras yang buruk melainkan karena lamanya penyimpanan di gudang. Karena pada musim barat angkutan menjadi kendala, maka solusinya sebelum musim barat beras sudah ada di lokasi," katanya. Ia menjelaskan bahwa produksi beras sekitar 70 persen terjadi pada bulan Maret hingga Juni atau pada musim hujan. Beras itu dihasilkan dari 17,5 juta petani dengan varietas dan pabrik beras yang bermacam-macam. Sementara, kata dia, pemerintah harus membeli pada waktu itu juga agar bisa disalurkan hingga tahun depan karena jika tidak dibeli pada saat itu dikhawatirkan akan dibeli oleh tengkulak. "Sementara negara kita beriklim tropis sehingga banyak serangga dan hama padahal idealnya beras disimpan dalam waktu tiga bulan agar kualitasnya terjaga karena jika lebih dari enam bulan maka dikhawatirkan bau dan berkutu," katanya. Selain itu, tambah dia, produksi beras tidak merata sepanjang tahun sehingga harus disimpan di gudang. Sementara itu, musim paceklik selalu terjadi pada bulan Agustus hingga Februari. Jadi stok di gudang dibagikan untuk delapan hingga sembilan bulan ke depan. "Jadi bisa dimaklumi jika kualitas beras mungkin mengalami penurunan, meski begitu, pemerintah tetap berupaya keras menjaga mutu beras raskin," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
