
79 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Sukabumi

Selasa, (Antara) - Sebanyak 79 rumah di dua kampung di Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi Jawa Barat, Selasa mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung dan satu orang dilaporkan luka-luka akibat terkena puing rumah yang roboh. "Petugas kami sudah di lapangan dan tengah mendata dan memberikan bantuan kepada para korban bencana angin puting beliung ini. Dan untuk rumah yang ambruk seluruh penghuni rumah sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman, kata Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Iwan Setiawan kepada Antara, Selasa. Sementara satu orang yang tertimpa reruntuhan rumahnya yakni Kae (48) warga Kampung Pasirhonje sudah mendapatkan pengobatan dan hanya luka ringan saja, tambah Iwan Setiawan. Iwan menambahkan, untuk saat ini ada beberapa petugas yang bersiaga di lokasi dan sudah memberikan bantuan seperti sembilan bahan pokok (sembako) dan perlengkapan lainnya untuk para korban bencana alam ini. Selain itu, BPBD yang juga dibantu TNI, Polri dan warga sekitar terus membersihkan puing-puing bangunan yang rusak. Ia mengatakan bangunan yang rusak mayoritas pada bagian atap, untuk warga yang rumahnya ambruk untuk sementara diungsikan ke rumah saudara dan tetangganya terdekat dan lebih aman."Sampai saat ini kami masih melakukan pendataan terhadap rumah yang rusak tersebut," tambahnya. Informasi yang diperoleh Antara dari warga, kerusakan terparah terjadi di Kampung Pasirhonje, yakni sebanyak 46 rumah rusak dan dua diantaranya ambruk. Sedangkan di kampung Benteng sebanyak 33 unit serta satu unit masjid rusak. Sementara, korban puting beliung, Kae mengatakan bencana tersebut sangat cepat saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah dan terdengar suara gemuruh angin, melihat angin kencang yang disertai hujan dirinya pun panik yang kemudian lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Karena tidak sempat keluar rumah, bagian tangannya tertimpa kayu dan puing bangunan lainnya. "Sebelum puting beliung turun hujan dahulu tidak lama angin puting beliung langsung menerjang kampung, saya panik karena melihat genteng dan atap rumah bertebangan, karena lokasi rumah saya dekat dengan pantai langsung saja ambruk," kata Kae. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
