BI : penerapan transaksi nontunai dapat tingkatan pendapatan daerah

id berita padang, berita sumbar, qris,transaksi nontunai, bank indonesia,pad

BI : penerapan transaksi nontunai dapat tingkatan pendapatan daerah

Kepala Bank Indonesia perwakilan Sumbar Wahyu Purnama (kanan) bersama Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Sumbar Gunawan Wicaksono (kiri) (ANTARA/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Penerapan transaksi nontunai oleh pemerintah daerah dinilai dapat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah serta menekan kebocoran pemasukan.

"Dari pengalaman yang ada ketika Pemda menerapkan sistem pembayaran nontunai pendapatan daerahnya langsung meningkat," kata Kepala Bank Indonesia perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Batusangkar, Sabtu pada diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi dan Kajian Pariwisata Sumatera Barat.

Menurut dia merujuk kepada sejumlah negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi transaksi nontunai berkembang pesat seperti di India dan Cina.

"Selain itu dengan penerapan transaksi nontunai maka peredaran uang palsu bisa ditekan dan biaya untuk mencetak uang kartal berkurang karena tidak perlu lagi mencetak uang dalam jumlah banyak," kata dia.

Akan tetapi ia mengakui untuk penerapan transaksi nontunai tahap awal masih didominasi oleh bank tertentu karena infrastruktur yang belum siap.

"Misalnya di Padang untuk pembayaran Trans Padang menggunakan Brizi," kata dia.

Ia berharap ke depan penerapan transaksi nontunai bisa mengakomodasi semua kartu sebagaimana pembayaran tiket masuk jalan tol.

Tidak hanya itu saat ini Bank Indonesia juga sudah meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS) pada 17 Agustus 2019.

"Implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, dan saat ini tengah diberlakukan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP)," kata dia.

Wahyu menjelaskan selama ini sudah ada beberapa penyelenggara jasa sistem pembayaran yang menyediakan pembayaran menggunakan barcode seperti ovo, hingga go pay.

Akan tetapi masyarakat hanya bisa menggunakan satu aplikasi saja misalnya pengguna go pay hanya bisa menggunakan pada alat yang disediakan untuk gopay, dengan adanya QRIS lebih universal dan praktis karena semuanya bisa digunakan, kata dia.

Ia menyampaikan penggunaan QRIS juga efisien karena transaksi langsung dan tidak ada masa jeda dan apapun aplikasinya dapat digunakan.

Cara penggunaan juga mudah cukup memindai barcode menggunakan telepon pintar kemudian memasukan PIN dan nominal yang akan dibayarkan, ujar dia.

Ia menambahkan pada pekan kedua Desember akan menyosialisasikan QRIS di Pasar Raya Padang kepada pedagang sehingga penerapan transaksi nontunai bisa lebih luas.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar