Oktober, Sumbar dikunjungi 5.276 wisatawan asing

id berita padang, berita sumbar, kunjungan wisatawan asing, wisatawan malaysia, pariwisata sumbar

Oktober, Sumbar dikunjungi 5.276 wisatawan asing

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan logo Pantai Puruih di Padang, Sumatera Barat. Pemerintah Kota Padang membangun panggung utama dengan logo "Pantai Puruih Padang" sebagai fasilitas pendukung pariwisata di kota itu. (Antara/Iggoy El Fitra)

Padang, (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Oktober 2019 mencapai 5.276 orang atau mengalami kenaikan 18,96 persen persen dibandingkan September 2019 yang mencapai 4.435 orang.

"Salah satu pendorong meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Sumbar pada Oktober 2019 karena adanya beberapa agenda seperti Siti Nurbaya Gowes Internasional yang digelar Pemkot Padang, " kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Senin.

Ia menyebutkan kunjungan wisatawan asing pada Oktober 2019 memberikan kontribusi sebesar 0,39 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1.354.396 orang.

Sukardi menyampaikan pada Oktober 2019 kunjungan tetap didominasi oleh wisatawan asal Malaysia sebanyak 4.271 orang, Australia 264 orang, dan Amerika Serikat 64 orang.

Kemudian, Singapura 61 orang, Inggris 47 orang, Selandia Baru 38 orang, Brazil 34 orang, Perancis 30 orang, Cina 30 orang, Jerman 28 dan negara lainnya 409 orang.

Ia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan di data di bandara kedatangan.

Sebelumnya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Sumatera Barat mengingatkan pemerintah daerah agar melakukan promosi objek wisata dengan tepat sehingga target kunjungan wisatawan bisa dipenuhi.

"Promosi pariwisata itu perlu, namun harus di lakukan dengan tepat, untuk Sumbar pasar wisatawan asingnya Malaysia maka promosinya ke sana, jangan jauh-jauh nanti target tidak tercapai sementara uang sudah habis," kata Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah.

Menurutnya kunjungan wisatawan asing terbanyak ke Sumbar berasal dari Malaysia dan ini didukung oleh adanya penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Padang.

Apalagi saat ini harga tiket penerbangan domestik mahal sementara penerbangan ke luar negeri tetap murah sehingga orang lebih memilih berwisata ke luar negeri ketimbang dalam negeri, katanya.

Ia menyatakan sekarang yang harus difokuskan adalah bagaimana bisa mendatangkan wisatawan Malaysia ke Sumbar sebanyak-banyaknya.

"Salah satunya dengan menggelar pameran sosialisasi di Malaysia secara besar-besaran," kata dia.

Kemudian salah satu terobosan yang bisa digagas adalah mengemas konsep wisata menelusuri jejak leluhur karena di Malaysia cukup banyak warga setempat yang memiliki hubungan pertalian dengan suku Minangkabau.

Tidak hanya itu dengan adanya even balap sepeda Tour de Singkarak bisa menjadi peluang baru yaitu wisata bersepeda.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar