
KKI Warsi ajak generasi millenial peduli lingkungan
Kamis, 28 November 2019 15:42 WIB

Padang (ANTARA) -
Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warung Informasi Konservasi (Warsi) mengajak generasi millenial supaya peduli dan menjaga lingkungan.
Koordinator Program KKI Warsi Rainal Daus di Padang, Kamis mengatakan inisiatif dalam pengelolaan hutan dan penyelamatan lingkungan hingga saat ini masih dilakukan oleh beberapa orang yang bekerja di sektor kehutanan dan peneliti yang fokus dalam pengelolaan sumber daya alam.
"Di kalangan millenial atau generasi muda isu ini masih belum terlalu dikenal dan perlu dikenalkan pada mereka," kata dia pada saat workshop generasi milenial peduli lingkungan yang digelar oleh himpunan mahasiswa FISIP Unand, Padang, Sumatera Barat.
Menurutnya generasi millenial memiliki kemampuan dan kapasitas yang bisa diharapkan dalam mengembangkan pengelolaan lingkungan di Sumbar.
Beberapa program yang dijelaskan kepada generasi millenial seperti tentang isu pengelolaan hutan berbasis nilai-nilai masyarakat, isu pemberdayaan perempuan dan inklusi sosial, isu pengembangan ekonomi masyarakat lokal, dan isu pemanfaatan skema untuk mendukung kelanjutan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
"Semoga bisa dikembangkan ke depan sehingga upaya masyarakat untuk menyelamatkan hutan bisa terwujut," ujar dia.
Ia juga mengatakan KKI Warsi mengajak generasi millenial peduli lingkungan sudah dimulai sejak tahun lalu bekerja sama dengan mahasiswa fakultas pertanian Unand.
"Fakultas pertanian sudah menjadikan program peduli lingkungan sebagai agenda tahunan," ujar dia.
Ia berharap tahun depan generasi millenial terus berkembang ke beberapa kampus lainnya di Sumbar dan sekolah-sekolah menengah.
Ia mengatakan sampai saat ini masih banyak ditemukan berupa banjir, longsor, banjir bandang, dan kebakaran hutan.
"Berdasarkan penemuan di lapangan hal itu disebabkan karena ulah manusia," kata dia.
Ia mengimbau semua pihak perlu memikirkan dan menata perencanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam, misalnya untuk wilayah kabupaten dalam melakukan pembangunan perlu dilihat supaya tidak mengganggu daya dukung alam.
Pewarta: Laila Syafarud
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
