Empat kecamatan di Pasaman Barat terdampak banjir, kerugian sekitar Rp1 miliar

id banjir pasaman barat,dampak banjir pasaman barat,kerugian banjir pasaman barat

Empat kecamatan di Pasaman Barat terdampak banjir, kerugian sekitar Rp1 miliar

Tebing penahan sungai di Gunung Tuleh Pasaman Barat terban akibat banjir pada Sabtu (23/11) lalu mengakibatkan sejumlah rumah warga terancam ambruk. Selain itu satu jembatan putus dan dua rusak berat. (ANTARA/Altas Maulana)

Simpang Empat (ANTARA) - Musibah banjir yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) sejak Sabtu (23/11), menyebabkan kerugian sekitar Rp1 miliar lebih.

"Musibah banjir yang terjadi di Pasaman Barat cukup besar dan ditaksir sementara kerugian mencapai Rp1 miliar lebih," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pasaman Barat, Tri Wahluyo di Simpang Empat, Senin.

Menurutnya ada empat kecamatan yang terdampak banjir yakni di Kecamatan Gunung Tuleh, Luhak Nan Duo, Lembah Melintang dan Ranah Batahan.

Untuk Kecamatan Gunung Tuleh banjir dari Sungai Batang Air Haji mengakibatkan satu jembatan gantung sepanjang 37 meter putus sehingga memutuskan transportasi dari Paraman Ampalu Rabi Jonggor ke Cubadak Air Kecamatan Sungai Air putus total.

"Diperkirakan kerugian fisik mencapai Rp300 juta dan kerugian ekonomi mencapai Rp700 juta," katanya.

Pihaknya segera bersama pihak terkait untuk membangunkan jembatan darurat sehingga masyarakat bisa menempuh jembatan itu kembali.

Kemudian banjir di Bandar Rabi Jonggor juga mengakibatkan masjid Al Falah dan sejumlah rumah warga tergenang air. Selain itu juga pagar SMP 3 Gunung Tuleh sepanjang 20 meter roboh.

Di Ranah Batahan banjir akibat meluapnya Sungai Batahan Lubuk Gobing yang mengakibatkan tebing penahan sungai terban sepanjany 30 meter.

Akibatnya enam unit rumah warga dan satu masjid terancam roboh akibat terbannya tebing penahan sungai.

"Solusi bagi daerah ini adalah segera akan membangunkan penahan tebing berupa bronjong dan normalisasi sungai," ujarnya.

Di Kecamatan Lembah Melintang juga terjadi banjir akibat luapan Sungai Batang Bayang sehingga mengakibatka empat rumah warga hampir roboh karena tebing penahan sungai terban akibat hantaman banjir.

Sedangkan di Kecamatan Luhak Nan Duo juga terjadi banjir dengan meluapnya Sungai Batang Pinagar Giri Maju. Akibatnya, dua unit jembatan di daerah itu mengalami rusak berat.

"Status tanggap darurat telah kita tetapkan selama tujuh hari dimulai sejak Senin (25/11) sampai Sabtu (30/11)," katanya. *1
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar