Pekerjakan anak 15 tahun sebagai penghibur di karaoke, wanita ini diciduk polisi

id Kasus Perdagangan Anak,Eksploitasi Anak di Bawah Umur, Polres Malang,berita malang,malang terkini,berita jawa timur,jawa timur terkini,jamtim terkini,

Pekerjakan anak 15 tahun sebagai penghibur di karaoke, wanita ini diciduk polisi

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (ketiga dari kanan) saat berbicara kepada tersangka perdagangan dan eksploitasi anak TR (berbaju oranye), di halaman Polres Malang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (6/11/2019). ANTARA FOTO/Vicki Febrianto.

Malang, (ANTARA) - Kepolisian Resort Malang berhasil menangkap pelaku tindak pidana perdagangan dan eksploitasi anak perempuan di bawah umur, dengan mengamankan satu orang tersangka perempuan berinisial TR berusia 32 tahun.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan orang tua korban ke Polsek Sumber Pucung, Kabupaten Malang, yang meminta bantuan untuk menjemput anak mereka di salah satu tempat hiburan karaoke.

"Setelah kami selidiki, anak tersebut masih berusia 15 tahun. Tersangka TR kami tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka karena perdagangan dan eksploitasi anak sebagai pekerja penghibur di karaoke," kata Ujung, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu.

Ujung menjelaskan, tersangka TR memiliki empat orang pekerja perempuan pada tempat hiburan karaoke yang berada di wilayah Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang. Dua dari empat pekerja perempuan tersebut, masih berusia 15 tahun, yakni SA dan PA.

Ujung menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan, korban memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga palsu. KTP tersebut, disiapkan oleh tersangka agar status korban bukan tidak lagi sebagai anak di bawah umur. Tersangka juga melarang para korban keluar dari rumah.

Berdasarkan keterangan tersangka, lanjut Ujung, para perempuan termasuk anak di bawah umur tersebut bekerja sebagai pemandu karaoke. Bahkan, para korban tersebut juga kerap kali harus melayani nafsu lelaki hidung belang yang menjadi pelanggan di tempat hiburan tersebut.

"Dari hasil transaksi dengan lelaki hidung belang itu, tersangka mendapatkan bagian sebesar 15 persen. Tarif yang dikenakan ke lelaki hidung belang, berkisar antara Rp200-Rp300 ribu," kata Ujung.

Untuk korban PA, sudah dieksploitasi oleh tersangka sejak Agustus 2019, sementara SA sejak 31 Oktober 2019. Pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp300.000 dan satu buah KTP yang diduga palsu.

Modus yang digunakan pelaku adalah, korban direkrut, ditampung, dan dipekerjakan sebagai penghibur di tempat hiburan karaoke yang dimiliki tersangka.

Tersangka TR dijerat dengan dengan pasal 83 Jo, Pasal 76F dan Pasal 88 Jo 76I Undang-Undang tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23/2002 Tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Tersangka yang mengaku bekerja sendiri tersebut, diancam dengan hukuman penjara di atas 15 tahun. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar