Logo Header Antaranews Sumbar

Jembatan Sambungo Ambruk

Senin, 1 April 2013 16:08 WIB
Image Print

Painan, Sumbar, (Antara) - Sebanyak 899 jiwa atau 237 kepala keluarga (KK) masyarakat yang tinggal di Kecamatan Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terisolasi akibat ambruknya sebuah jembatan permanen di Nagari (Desa Adat) Sambungo, Minggu (31/3). Wali Nagari (Kepala Desa) Sambungo, Sutoyo ketika dihubungi dari Painan, Senin mengatakan, jembatan tersebut putus ketika sebuah mobil tronton mengangkut tiang listrik beton melintas di jembatan tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, mobil tronton beserta barang bawaannya juga jatuh ke sungai. Kini warga beserta pihak perusahaan pelaksana program listrik masuk desa yang merupakan pemilik tiang listrik itu tengah berupaya mengeluarkan mobil dan tiang listrik tersebut dari Sungai Sambungo, " kata dia. Sedangkan akses transportasi ke dan dari Sambungo Silaut hingga kini masih terputus akibatnya sekitar 899 jiwa masyarakat yang tinggal di Nagari Sambungo tidak bisa keluar dan masuk untuk melaksanakan aktivitasnya seperti biasa. Menurut dia, selain usia jembatan itu sudah tua, kapasitas bangunannya juga tidak tidak layak untuk dilalui kendaraan besar apalagi tronton. Selama ini jembatan tersebut sangat besar manfaatnya bagi masyarakat Nagari Sambungo dalam melaksanakan aktivitasnya sehari hari. Perekonomian masyarakat yang tinggal sekitar 200 kilometer dari Painan (pusat kabupaten) atau 275 kilometer dari Kota Padang itu mayoritas sebagai petani sawit karena luasnya lahan perkebunan di daerah itu. "Kita sudah laporkan kejadian ini ke pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui Camat Silaut. Hingga kini kita masih menunggu tanggungjawab pihak perusahaan pemilik tiang listrik yang ada di Sambungo untuk membuat jembatan darurat sehingga akses transportasi masyarakat dapat berjalan, " kata dia. Akibat kejadian itu akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat karena disamping sebagai arus lalulintas, jembatan itu juga dimanfaatkan untuk mengangkut hasil perkebunan sawit yang ada di Sambungo dan sekitarnya. "Dengan rusaknya jembatan itu secara langsung akan membuat biaya ekonomi masyarakat meningkat karena ongkos angkut tandan buah segar (TBS) Sawit akan jadi tinggi, demikian juga dengan kebutuhan pokok masyarakat lainnya termasuk bahan bangunan yang datang dari luar, " ujar dia. Sementara Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pesisir Selatan Hendri Hanafi ketika dikonfirmasi membenarkan ambruknya jembatan tersebut pada Minggu. "Kita sudah terima laporan dari Camat Silaut tentang ambruknya jembatan itu. Namun kita meminta pemilik truk tronton pembawa tiang listrik tersebut untuk bertanggungjawab atas kerusakan jembatan itu, " ujar dia. Menurut dia, kapasitas jembatan itu tidak layak untuk dilalui kendaraan besar yang bermuatan berat, apalagi jembatan itu sudah berusia tua. (*/jun/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026