Tanah Datar pulangkan siswa lebih awal, liburkan sekolah dua hari akibat asap

id Tanah datar liburkan sekolah akibat kabut asap,kabut asap,tanah datar,sumbar,berita sumbar,sumbar terkini,karhutla

Tanah Datar pulangkan siswa lebih awal, liburkan sekolah dua hari akibat asap

Siswa sekolah dasar di Batusangkar foto bersama dengan perangkat daerah setempat memakai masker akibat meningkatnya kabut asap di daerah itu. (Antara/Etri Saputra)

Batusangkar, (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat memulangkan siswa lebih awal pada Kamis (17/10) dan meliburkan siswa sekolah di daerah itu hingga Sabtu (19/10) akibat bertambah pekatnya kabut asap.

"Kami memantau kondisi kabut asap sampai pukul 11.00 Wibtadi pagi, karena semakin parah maka siswa dipulangkan lebih awal, mereka diberi tugas di rumah," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar,RiswandidiBatusangkar, Kamis.

Ia mengatakan untuk Jumat dan Sabtu dari 18 hingga 19 Oktober 2019 sekolah diliburkan, dan proses belajar mengajar dimulai kembali pada Senin (21/10).

Sedangkan kepala sekolah, guru serta pegawai Tata Usaha (TU) tetap melaksanakan tugas-tugas yang strategis di sekolah terkait laporan dan persiapan mengajar.

Kepada pihak sekolah agar menyampaikan imbauan kepada orang tua, dan wali murid untuk membimbing dan memaksimalkan anak-anak agar belajar di rumah selama sekolah diliburkan.

Karena pekatnya kabut asap dalam beberapa waktu belakangan ini tidak memungkinkan bagi siswa untuk belajar ke sekolah.

Kabut asap kiriman yang menyelimuti Tanah Datar semenjak beberapa hari belakangan juga mulai berdampak pada aktivitas masyarakat.

"Kita mulai merasakan mata perih, terutama saat berkendara roda dua," kata Alpendi (46) warga Tanjung Baru Tanah Datar di Batusangkar.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Kototabang, Sumatera Barat konsentrasi partikulat di wilayah Sumbar meningkat dari pagi hingga siang hari. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar