Polisi periksa rumah keluarga penyerang Wiranto di Medan

id Menkopolhukam Wiranto,Menkopolhukam Wiranto diserang,Syahril Alamsyah,Polsek Medan Labuhan,kata Kapolsek Medan Labuhan A,wiranto ditusuk,berita sumbar

Polisi periksa rumah keluarga penyerang Wiranto di Medan

Sejumlah petugas Kepolisian, TNI dan pemerintah setempat melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pelaku Syahril Alamsyah yang beralamat di Jalan Alfakah V, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Medan, Kamis. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Sejumlah petugas Kepolisian, TNI dan pemerintah setempat melakukan pemeriksaan terhadap keluarga pelaku Syahril Alamsyah yang beralamat di Jalan Alfakah V, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Medan, Kamis.

Adapun keluarga yang diperiksa yakni kakak ipar dari pelaku yang bernama Trisna.

"Sebentar ya kita periksa dulu," kata Kapolsek Medan Labuhan AKP Edi Safari, di lokasi.

Pantauan ANTARA, sejumlah warga terlihat memadati kediaman Trisna. Hingga saat ini para petugas masih terus melakukan pemeriksaan.

Diberitakan sebelumnya, Syahril bersama dengan Fitri Andriana Binti Sunarto, melakukan penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Lapangan Menes Pandeglang diamankan pihak kepolisian di Pandeglang, Kamis.

Kedua tersangka saat ini diamankan di Mako Polsek Menes Polres Pandeglang.

Menurut informasi tersebut, kronologi kejadian yakni pada Kamis 10 Oktober 2019 Sekitar Pukul 11.55 Wib di depan Gerbang Lapangan Alun - alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang, terjadi penyerangan atau penusukan yang diduga dilakukan kedua tersangka terhadap Menko Polhukam Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan saudara Fuad.

Adapun kejadian penusukan tersebut secara tiba-tiba langsung menyerang atau menusuk ke bagian perut Menkopolhukam Wiranto dengan menggunakan senjata tajam berupa gunting secara membabi buta.

Akibat kejadian tersebut mengakibatkan luka tusuk pada bagian punggung Kompol Dariyanto dan bagian dada sebelah kiri H Fuad.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar