Logo Header Antaranews Sumbar

Malaysia Tetapkan Kawasan Aman Sabah Timur

Selasa, 26 Maret 2013 16:13 WIB
Image Print

Kuala Lumpur, (Antara) - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan penetapan Kawasan aman Sabah Timur (ESSZONE) yang meliputi 10 daerah, untuk menjaga hak demokratik serta keselamatan dan kesejahteraan penduduk Sabah. Sepuluh daerah yang termasuk dalam kawasan aman tersebut adalah Kudat, Kota Marudu, Pitas, Beluran, Sandakan, Kinabatangan, Lahad Datu, Kunak, Semporna dan Tawau, kata Najib seperti dikutip berbagai media lokal di Kuala Lumpur, Selasa. "Sepuluh daerah tersebut akan dikelola oleh sebuah badan yang didirikan berdasar Peraturan Pemeliharaan Keselamatan Awam 2013 yang disusun oleh Menteri Dalam Negeri," katanya pada peringatan Hari Polisi ke-206. Badan tersebut akan dikenal sebagai Badan Kawasan Selamat Sabah Timur dan diketuai oleh Ketua Menteri Sabah. Perdana Menteri menegaskan bahwa penetapan ESSZONE bukanlah penetapan darurat berdasar Perkara 150 Perlembagaan Persekutuan dan sama sekali tidak menghalang proses pemilihan umum di negara tersebut. Najib mengatakan, Pemerintah Malaysia juga akan merelokasi penduduk yang tinggal di kawasan timur Sabah untuk memastikan keselamatan mereka. Kebijakan relokasi tersebut jika diperlukan juga bisa dilakukan untuk penduduk di kawasan lain di Sabah, namun untuk saat ini hanya difokuskan untuk penduduk di kawasan timur Sabah saja. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Hishammuddin mengatakan sebanyak lima batalion pasukan Angkatan Tentara Malaysia (ATM) dan tambahan satu brigade Pasukan Gerak Am (PGA) akan ditempatkan di kawasan tersebut. Tindakan tersebut diambil untuk memastikan tidak ada pihak yang mengambil kesempatan terhadap kemelut di Lahad Datu. "Tumpuan tidak hanya di kawasan tertentu saja, tetapi secara menyeluruh. Dukungan di kawasan perkebunan terutama di kawasan FELDA sedang dipertimbangkan dan unit bermotor untuk rondaan akan diperluas di Kota Kinabau dan Sandakan," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026