
Wartawan Gorontalo Jadi Sasaran Amuk Massa

Gorontalo, (Antara) - Sejumlah wartawan yang meliput aksi yang dilakukan oleh pendukung pasangan calon wali kota dan wakilnya untuk Pemilu Kepala Daerah Gorontalo, yakni Adhan Dambea dan Inrawanto Hasan (Da'i) menjadi sasaran amuk massa. Dilaporkan di Gorontalo, Senin bahwa pemicu amuk massa akibat adanya isu bahwa pasangan Da'i dicoret dari daftar kandidat pada pemungutan suara dalam Pilkada setempat. Isu itu dikaitkan pula dengan pemberitaan mengenai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Manado yang mencabut Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum Kota Gorontalo Nomor 21 tentang penetapan Adhan-Inrawanto sebagai pasangan calon kepala daerah dan wakilnya. Para wartawan pun menjadi sasaran amukan para pendukung pasangan Da'i yang saat itu mengikuti mereka ketika mendatangi Sekertariat Komisi Pemilihan Umum Kota Gorontalo. Kontributor Trans 7 Gorontalo Farid Utina yang saat itu sedang melakukan pengambilan gambar ditangkap oleh dua orang pendukung pasangan Dai dan diminta untuk menghapus gambar pada handycam miliknya. "Kalau kamu ingin aman, hapus gambar itu kata mereka kepada saya," kata Farid Utina. Hal serupa dialami kontributor Metro TV Gorontalo Andri Arnold yang didorong dengan keras oleh salah seorang pendukung dan kamera handycam miliknya dirampas paksa. "Kamera saya entah kepada siapa sekarang," Kata Andri Arnold. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
