
Laju Indonesia Tertahan

Surabaya, (Antara) - Laju tim Indonesia yang berhasil menyapu bersih dua laga melawan Singapura dan Vietnam harus tertahan, setelah dimbangi Malaysia 2-2, pada laga penyisihan Piala Axiata 2013 di DBL Arena Surabaya, Sabtu. Setelah unggul 2-0 melalui tunggal putri Bellaetrix Manuputy dan tunggal putra Tommy Sugiarto, ganda campuran Indonesia M. Rijal - Debby Susanto serta ganda putra Hendra Setiawan - Ryan Saputro dikalahkan pemain Malaysia. Partai keempat yang dimainkan ganda putra "dadakan" Hendra Setiawan - Ryan Agung Saputro dimenangkan pasangan terbaik nomor dua dunia milik Malaysia, Tan Boong Hoeng-Koo Kien Keat 0-2 (12-21, 24-26). Setelah laga, Hendra Setiawan mengakui dirinya tidak tampil maksimal pada pertandingan itu. "Tidak ada 'feel'-nya aja tadi, kalau latihan sering di pelatnas, tapi tadi entah kenapa belum dapet aja," ujarnya. Hendra yang merupakan pasangan ganda putra dengan Ahsan ini, menyebutkan sudah beberapa kali menjalani latihan dengan Ryan, namun tidak berhasil menemukan ritme permainan mereka. "Sudah beberapa kali melawan pemain Malaysia ini, tapi tadi mereka memang kuat sih," ucapnya. Ryan-Hendra tampak keteteran dengan tekanan yang dilancarakan Boong Heong-Kien Keat --runner up Kejuaraan Dunia 2010--. Mereka banyak mengembalikan bola-bola tanggung yang memudahkan Boong Heong-Kien Keat. Pengembalian Ryan yang melambung, menyambut smes keras Boon Heong, keluar jauh dan membuat Indonesia tertinggal di game pertama 12-21. Di game kedua, Indonesia sempat menahan "deuce" hingga enam kali, namun akhirnya poin jatuh kepada Malaysia dan menutup game, 24-26. Hendra sempat memprotes wasit yang membatalkan poin untuk Indonesia saat skor 20-20. Wasit menyatakan raket Hendra mengenai kok yang sebenarnya jatuh di luar lapangan dan dapat menjadi poin untuk pasangan Indonesia. "Wasit menyatakan itu kena raket saya, tapi saya sama sekali tidak merasa hal itu," ujar Hendra. Pasangan ganda campuran M. Rijal dan Debby Susanto juga tampil kurang maksimal ketika harus menyerah 1-2 (21-18, 16-21, 19-21). M. Rijal dan Debby banyak melakukan kesalahan sendiri yang dimanfaatkan dengan baik dalam pengembalian yang dengan mudah disambar Chan Peng Soon dan Goh Liu Ying. M. Rijal mengatakan banyak pukulannya yang tidak efektif, begitu juga dengan pertahanan saat reli-reli panjang yang mudah dirobohkan lawan. "Tadi banyak mati bola memang," ujarnya. Rijal-Debby, ranking delapan dunia beberapa kali gagal mengembalikan bola, sehingga memberikan banyak kesempatan kepada Peng Soon - Liu Ying untuk meraih poin. "Sayang memang, banyak bola mati," ucap Rijal. Usai laga, Manajer Tim Indonesia Bambang Roedyanto mengatakan hasil imbang ini tidak terlalu buruk. Dia juga mengakui terdapat kesalahan dalam pemasangan Ryan dan Hendra karena penampilan mereka sangat tidak kompak. "Sebenarnya, jika lawan Malaysia seri, tidak terlalu jelek juga ya, pertandingan ternyata berjalan sangat ketat," "Hendra dan Ryan juga tadi tidak kompak," ucapnya, menambahkan. Bambang mengatakan sengaja memasang formasi "dadakan" ini untuk melihat kesiapan pemain menjelang Piala Sudirman, Mei, di Kuala Lumpur, Malaysia. "Yah tak apa, masih penyisihan Axiata, nanti kalau sudah semifinal, baru nanti kita lihat," tukasnya. Sebelumnya, di tunggal putra dan putri Indonesia berhasil meraih kemenangan. Tommy Sugiarto mengalahkan peringkat 16 dunia Cong Wei Feng dua game langsung 2-0 (21-16, 21-11) Sementara tunggal putri, Bellaetrix Manuputy mengalahkan Tee Jing Yi 2-0 (21-10,21-18). Tommy Sugiarto membuat pemain Malaysia peringkat 16 dunia Cong Wei Feng tidak berkutik. Tommy, yang dua peringkat di bawah Wei Feng, enggan membuang kesempatan dengan langsung melancarkan smes-smes keras. Dia sempat terkendala dengan raketnya, namun tetap tampil tenang dan mampu balik menekan. Wei Feng, pemain yang sempat meraih tiket perempatfinal Swiss Terbuka 2013, harus berjibaku mengembalikan bola. Sementara Bellaetrix, ranking 33 dunia, banyak memanfaatkan kesalahan Jing Yi dalam permainan net dan membuat selisih skor terpaut jauh di game pertama dan kedua. Indonesia selanjutnya akan melawan All Star Asia, Minggu (24/3), sementara Malaysia menghadapi All Star Eropa. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
