Enam nagari di Agam dapat program perpustakaan berbasis inklusi sosial

id perpustakaan,buku,agam

Enam nagari di Agam dapat program perpustakaan berbasis inklusi sosial

Asisten III Bidang Adminitrasi Umum Sekretariat Daerah Agam Dafrines menyerahkan buku kumpulan tokoh Agam ke Konsultan Pustaka Nasional Retno Darmanti, Kamis (8/8). (Antara Sumbar/ Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - Enam nagari atau desa adat di Kabupaten Agam, Sumateta Barat, mendapatkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dari Perpustakaan Nasional pada 2019.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Agam, Muhammad Arsyid di Lubukbasung, Kamis, mengatakan keenam nagari yang mendapatkan program itu yakni Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatangkamang, Nagari Ampang Gadang Kecamatan Ampekangkek, Nagari Sungaipua Kecamatan Sungaipua.

Selanjutnya Nagari Padang Tarok Kecamatan Baso, Nagari Lubukbasung Kecamatan Lubukbasung dan Nagari Manggopoh Kecamatan Lubukbasung.

"Pengelola perpustakaan nagari telah dilatih di Padang pada 17-21 Juni 2019," katanya saat stakeholder meeting Kabupaten Agam tentang trasformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di aula utama kantor bupati itu, Kamis.

Ia mengatakan nagari-nagari tersebut juga mendapatkan bantuan tiga unit komputer untuk operasional perpustakaan dan 1.000 eksemplar buku yang berasal dari Perpustakaan Nasional pada 2019.

"Komputer telah diterima oleh perpustakaan nagari selanjutnya 1.000 eksemplar buku akan diberikan dalam waktu dekat," katanya.

Ke depan enam nagari itu akan menjadi model di Agam dalam penerapan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sehingga menjadi percontohan untuk nagari yang lain.

Pada program itu perpustakaan dapat mengambil peran bukan hanya sebagai pusat informasi namun lebih jauh perpustakaan dapat bertransformasi menjadi tempat dalam pengembangan diri masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Asisten III Bidang Adminitrasi Umum Sekretariat Daerah Agam, Dafrines berharap 82 nagari di daerah itu dapat menerapkan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

"Kita berharap seluruh nagari menerapkan program itu dalam waktu dekat," katanya.

Pemkab Agam telah membuat Gerakan Agam Membaca dalam meningkatkan minat baca dari generasi muda di daerah itu, menambah buku di Perpustakaan Daerah dan lainnya.

Konsultan Pustaka Nasional Retno Dermanti menambahkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial telah mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Untuk itu, pihaknya berharap wali nagari atau kepala desa adat untuk mendukung program itu dalam mengembangkan perpustakaan di daerah masing-masing.

Jadikan perpustakaan sebagai pusat belajar, menerima informasi dan berkumpul masyarakat untul saling tukar pikiran.

"Perpustakaan bukan tempat menyimpan buku, tetapi sebagai tempat menambah pengetahuan," katanya.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar