Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Minyak Sawit Mentah Sumsel Naik

Kamis, 21 Maret 2013 10:28 WIB
Image Print
Kelapa sawit. (Antara)

Palembang, (Antara) - Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan, sekarang tercatat Rp6.378 per kg atau naik dibanding beberapa pekan lalu yang hanya Rp6.285 per kg. "Naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) tersebut berdasarkan perkembangan harga di luar negeri karena sebagian hasil komoditas itu diekspor," kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel, Benyamin di Palembang, Kamis. Di samping itu katanya ditetapkan berdasarkan hasil rapat pihak Dinas Perkebunan Sumsel dengan sejumlah pengusaha perkebunan sawit di daerah ini yang diadakan dua kali dalam sebulan yakni ditetapkan harga CPO, harga beli buah sawit atau (TBS). Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri atas 11 kabupaten dan empat kota hingga saat ini terdapat puluhan perusahaan khusus mengelola perkebunan kelapa sawit dengan total luas mencapai hampir satu juta hektare. Perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit itu investor swasta nasional dan asing tersebar pada sejumlah daerah penghasil, seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, Lahat, Musibanyuasin, Banyuasin, termasuk Kabupaten Musirawas, Kota Pagaralam dan Kota Prabumulih. Sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumsel itu mengelola dengan sistem plasma dan inti. Di samping itu, kata dia, juga ada perkebunan kelapa sawit yang diusahakan oleh petani secara swadaya, namun masing-masing daerah luasnya terbatas dan bahkan satu petani ada yang hanya menggarap satu hingga tiga hektare saja. Ia mengatakan, sejumlah investor perkebunan kelapa sawit di Sumsel sebagian hanya khusus mengelola komoditas sawit, dan sebagian lagi juga membudidayakan tanaman karet. "Sekarang ini luas areal perkebunan kelapa sawit total hampir mencapai satu juta hektare yang sebagian besar telah menghasilkan, bahkan sudah banyak tanaman sawit usia tua dan dilakukan peremajaan kembali," katanya. Demikian juga halnya dengan perkebunan karet, hingga saat ini total luas mencapai satu juta hektare lebih tersebar pada beberapa daerah penghasil. Baik kelapa sawit dalam bentuk CPO maupun karet sudah menjadi bahan olah (bokar) dengan berbagai kualitas hasilnya sebagian besar diekspor ke sejumlah negara konsumen. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel Baehdi Ruswana, di Sumatera Selatan terdapat tujuh hingga sepuluh jenis komoditas andalan ekspor nonmigas antara lain karet, CPO, produk kayu, kopi dan batu bara serta hasil lainnya. Namun dari sejumlah komoditas andalan ekspor nonmigas Sumsel itu, sampai saat ini yang paling besar menyumbang devisa adalah karet, disusul batu bara dan produk kayu termasuk kopi dan udang. Ia menambahkan, dari total 3,73 miliar dolar Amerika Serikat nilai devisa ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Desember 2012, karet menjadi komoditas penyumbang terbesar mencapai 2,94 miliar dolar, disusul batu bara 125,22 juta dolar, produk kayu 28,85 juta dolar dan produk kopi 14,68 juta dolar Amerika Serikat. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026