Logo Header Antaranews Sumbar

Tentara Amerika Serikat Tindak Perilaku Buruk di Korsel

Senin, 18 Maret 2013 19:31 WIB
Image Print

Seoul, (Antara/AFP) - Ribuan tentara Amerika Serikat yang ditempatkan di Selatan Korea dilarang meminum minuman beralkohol, menyusul serangkaian kekerasan yang menimbulkan kemarahan warga, kata pejabat tentara negara adidaya itu pada Senin. Libur tiga-empat hari akhir pekan juga dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut, kata pernyataan juru bicara Angkatan Darat Kedelapan Kolonel Andrew Mutter. "Kami mengambil langkah dan tindakan tegas untuk mengatasi semua perilaku dan perbuatan tidak pantas," kata Mutter. Pada awal bulan ini, seorang tentara Amerika Serikat luka ditembak polisi Korea Selatan setelah memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi di Seoul, setelah dia dan prajurit lain diduga menembakkan senapan angin ke orang lewat. Seorang tentara Amerika Serikat diselidiki karena diduga melecehkan seorang wanita dalam lift pada pekan lalu, sementara dua tentara lain ditangkap pada Minggu setelah diduga memukul wajah polisi dan mendorong yang lain di tangga. Sekitar 28.500 tentara Amerika Serikat ditempatkan di Korea Selatan, warisan Perang Korea 1950-1953, yang berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Kejahatan atau perselisihan melibatkan pasukan Amerika Serikat adalah persoalan peka di Korea Selatan, meskipun banyak orang melihat kehadiran mereka diperlukan untuk mencegah serangan Korea Utara. Pihak berwenang tentara menyatakan pelarangan alkohol itu terbatas dan akan dicabut ketika dianggap cukup. Tidak jelas untuk satuan mana langkah itu akan diterapkan, tapi Mayor Jenderal Edward Cardon dari Divisi Infanteri II menyatakan ke-10.000 orang di bawah kepemimpinannya akan termasuk. "Kami tidak akan membiarkan tindakan pribadi merusak persekutuan 60 tahun kami, yang ditempa dalam darah Perang Korea," kata Cardon. Di Jepang, tempat ribuan tentara Amerika Serikat juga ditugaskan, perkosaan memicu kemarahan dan menyebabkan jam malam nasional diberlakukan pada semua serdadu negara adidaya itu di Jepang. Kesalahan lain sering melibatkan prajurit Amerika Serikat, antara lain mabuk, yang menjadi bahan bakar rasa benci Amerika Serikat di kalangan masyarakat dengan pangkalan tentara negara itu. Pada 1995, terjadi perkosaan bergerombol terhadap seorang gadis 12 tahun di Okinawa oleh tentara Amerika Serikat, yang memicu unjukrasa besar, yang mengakibatkan kesepakatan Amerika Serikat-Jepang mengurangi sebagian besar tentara negara adidaya itu di gugus pulau Okinawa. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026