Logo Header Antaranews Sumbar

PBB desak "jeda kemanusiaan" di ibu kota Libya

Senin, 6 Mei 2019 10:52 WIB
Image Print
Salem Mohammed Alreid (12) mengikuti lomba Pelestarian Al Qur'an pada bulan suci Ramadan di Masjid Imam Nafi, Benghazi, Libya, Senin (6/8). (REUTERS/Esam Al-Fetori)

Tripoli, (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa, Minggu, mendesak "jeda kemanusiaan" selama sepekan di Libya, lokasi pasukan setia terhadap komandan militer Khalifa Haftar melancarkan serangan untuk mengambilalih Tripoli selama empat pekan.

Dalam pernyataan, Misi PBB di Libya (UNSMIL) mendesak agar pihak yang bertikai memberlakukan "jeda kemanusiaan" mulai Senin pukul 0400 waktu setempat, bertepatan dengan diawalinya ibadah puasa Ramadan.

"UNSMIL menyeru semua pihak agar memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan dan memastikan kebebasan warga sipil selama 'jeda kemanusiaan'," kata UNSMIL.

Tak ada komentar baik dari pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Haftar maupun pemerintah yang diakui internasional di ibu kota.

Penembakan Artileri pada Minggu dapat terdengar dari pinggiran selatan, tempat pasukan LNA berupaya menerobos pertahanan pasukan Tripoli.

Pertempuran di Libya menyebabkan sekitar 50.000 orang kehilangan tempat tinggal mereka, kata PBB. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026