
Inggris Pertahankan Suku Bunga 0,50 Persen

London, (Antara/AFP) - Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), pada pertemuan kebijakan regulernya Kamis, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada rekor terendah 0,50 persen yang telah berdiri selama empat tahun. Bank sentral juga memilih untuk mempertahankan program stimulus tunainya guna mengangkat perekonomian Inggris yang berada di ambang resesi. "Komite Kebijakan Moneter Bank Sentral Inggris hari ini memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau Bank Rate yang dibayarkan untuk cadangan bank-bank komersial pada 0,5 persen," BoE mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan dua hari. "Komite juga memilih untuk mempertahankan stok pembelian aset yang dibiayai oleh penerbitan cadangan bank sentral di 375 miliar pound (589 miliar dolar AS, 434 miliar euro)." Para analis mengatakan keputusan atas stimulus, atau pelonggaran kuantitatif (QE), sudah di ujung pisau karena Inggris berada pada risiko resesi ketiga sejak 2009. Risalah pertemuan terbaru, menjelaskan alasan di balik keputusan kebijakan bulanan BoE terbaru yang akan diterbitkan pada 20 Maret, kata bank sentral. Data resmi terbaru menunjukkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Inggris menyusut 0,3 persen pada kuartal keempat 2012 dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. Kontraksi lain pada kuartal pertama 2013 secara resmi akan menempatkan Inggris dalam sebuah resesi "triple-dip" yang langka. Terhadap latar belakang ini, lembaga pemeringkat Moody's menurunkan peringkat kredit tertinggi Inggris AAA pada bulan lalu. Moody's menurunkan peringkat Inggris satu tingkat dari AAA menjadi Aa1, dengan alasan bahwa utang pemerintah masih meningkat dan pertumbuhan terlalu lemah untuk membalikkan tren sebelum 2016. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
