
Padangpanjang Beri Penghargaan Warga Jadi Perokok Pasif

Padangpanjang, Sumbar, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padangpanjang, Sumatera Barat memberikan penghargaan kepada masyarakat setempat yang mau berubah dari perokok aktif menjadi pasif. "Penghargaan tersebut merupakan untuk penerapan Perda Kota Padangpanjang No.8 tahun 2008 dan Perwako No.10 tahun 2010 tentang kawasan tertib rokok dan kawasan tanpa asap rokok," kata Wali Kota Padangpanjang Suir Syam, Rabu. Dia mengatakan, program pemberian penghargaan kepada masyarakat yang mau berhenti merokok itu diterapkan setiap tahun. Bagi masyarakat yang mau berhenti merokok, Pemkot Padangpanjang akan memberikan penghargaan piagam dan uang sebesar Rp100 per orang. "Meski nilainya tidak seberapa, diharapkan penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi masyarakat Padangpanjang untuk berhenti merokok," katanya. Selain memberikan penghargaan, pemkot juga menyediakan klinik berhenti merokok di setiap Puskesmas dan kelurahan. "Selain itu kita juga pemasangan rambu peringatan tanda larangan merokok. Pemkot juga menganjurkan dan terus mengkampanyekan agar aktivitas merokok tidak sampai mengganggu orang lain. Meski itu dilakukan di ruangan terbuka sekalipun," jelas Suir Syam. Di beberapa titik lokasi perkantoran, kata dia, pemkot juga telah menyediakan ruang khusus bagi para perokok. Bahkan di setiap ruang kerja yang sedianya dilengkapi asbak, kini telah diganti dengan aneka minuman dan makanan ringan, yang memang disediaskan khusus bagi para tamu sebagai ganti aktivitas merokok. Dikatakannya, jumlah perokok aktif di Padangpanjang terus menunjukkan grafik penurunan dari tahun ke tahun. Sejak dimulainya pemberlakuan Perda No 8 tahun 2008, sebagian besar perokok aktif sudah berubah status menjadi perokok pasif. Bahkan dari data Dinas Kesehatan Padangpanjang, tidak sedikit dari perokok aktif yang sudah benar-benar berhenti merokok. "Data 2011 saja, ada sebanyak 500 perokok aktif yang tidak lagi melakukan aktivitas merokok. Sedangkan 2012 belum kita kalkulasikan," ujarnya. Selain penurunan jumlah perokok aktif, sebut dia, perubahan yang paling mencolok terlihat pada perilaku para perokok yang tidak lagi melakukan aktivitas merokok di tempat-tempat umum dan sejumlah kawasan yang memang dilarang untuk merokok. "Penurunan aktivitas merokok terlihat di beberapa lokasi seperti sekolah, masjid, perkantoran, di atas angkutan umum dan di ruangan tertutup lainnya," katanya. (*/ben/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
