Logo Header Antaranews Sumbar

Jasa Marga Tutup Pintu Keluar Tegal Parang

Rabu, 6 Maret 2013 15:25 WIB
Image Print
Jasa Marga.

Jakarta, (Antara Sumbar) - PT Jasa Marga Tbk memastikan akan menutup pintu keluar (off ramp) Tegal Parang di ruas Tol Dalam Kota (Dalkot) Jakarta dari arah Cawang menuju Tomang, sebagai upaya mengurangi kemacetan Jakarta, khususnya di jalan arteri Gatot Subroto. "Kami akan tutup segera. Ini salah satu jawaban konkrit bagi upaya mengurangi kemacetan Jakarta karena di ruas itu, biasanya jadi sasaran pengguna lalu lintas untuk keluar tol Dalkot guna menghindari kebijakan '3 in 1'," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman di sela Perayaan HUT ke-35 Jasa Marga di Jakarta, Rabu. Menurut Adityawarman, pihaknya sekitar dua minggu lalu, menerima tantangan dari Menteri BUMN Dahlan Iskan agar melakukan upaya konkrit dan segera untuk membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta. "Kami sudah memutuskan, setidaknya ada tujuh usulan antara lain, kategori segera, pekerjaan konstruksi dan penutupan 'off ramp'," katanya. Untuk itu, lanjutnya, pihaknya segera akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terkait dengan rencana itu. "Upaya ini mungkin akan mendapatkan protes keras dari pengguna lalu lintas. Karena itu perlu koordinasi dengan pihak terkait, khususnya Pemprov DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta," katanya. Terkait dengan peningkatan pelayanan di jalan tol, Adityawarman pada kesempatan itu kembali menegaskan bahwa bersamaan dengan HUT Jasa Marga ke-35 ini, pihaknya bersama pihak terkait telah meluncurkan sistem layanan gerbang tol baru via e-Tollpass tanpa henti. Pada tahap awal akan diterapkan di sejumlah gerbang tol bertanda "e-Tollpass" seperti di gerbang tol bandara dan gardu lainnya. "Jika sebelumnya sudah ada e-Tollpass dengan kecepatan di bawah 10 km per jam, kini teknologinya sudah bisa ditingkatkan menjadi sekitar 30 km per jam," katanya.Masih Primitif Adityawarman membenarkan bahwa sebenarnya teknologi tersebut masih primitif. "Pak Menteri BUMN bilang teknologi ini primitif. Kami masih akan berjuang terus memperbaikinya sehingga bisa sejajar dengan negara-negara maju," katanya. Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku sistem layanan gerbang tol di Indonesia sudah terbelakang, sehingga perlu dilakukan modernisasi teknologi agar bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan. "Kalau mau jujur ya, saya menilai sistem gardu tol sudah sangat primitif. Sudah sangat tertinggal dengan teknologi pelayanan jalan tol di sejumlah negara," kata Dahlan, di sela-sela pengoperasian tiga gardu "e-Tollpass", di Gerbang Tol Kapuk, Jakarta. Menurut Dahlan, lambannya pelayanan gardu tol membuat dirinya tidak puas, sehingga perlu pengembangan untuk meningkatkan kapasitas jumlah mobil yang melintas di gerbang tol. "Benar saya sangat tidak puas. Masak hanya untuk bayar melewati gardu harus butuh antrean panjang? Ini harus cepat-cepat diselesaikan masalahnya," katanya. Untuk itulah diutarakan Dahlan, dirinya ingin masalah kemacetan panjang di gerbang tol dapat diselesaikan Jasa Marga dengan menggandeng PT Telkom, PT Bank Mandiri dan PT LEN. Salah satu solusinya adalah memasang perangkat e-Tollpas di Gardu Tol Otomatis sebagai lintasan khusus bagi masyarakat pengendara mobil yang sudah dilengkapi dengan perangkat "On Board Unit" (OBU). e-Tollpass merupakan layanan transaksi jalan tol yang dikembangkan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat pengguna jalan tol. Dengan layanan ini pengguna jalan tol dapat membayar tol tanpa perlu berhenti dan membuka kaca mobil, tetapi melintasi gerbang tol bandara bertanda e-Tollpass. Saat ini sebanyak empat gardu khusus e-Tollpass sudah dapat digunakan, yaitu dua gardu khusus di gerbang tol Cengkareng serta di gerbang tol Kapuk dan Cililitan masing-masing sebanyak satu gardu khusus. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026