
Lyon Ditahan Imbang Oleh Brest

Paris, (Antara/AFP) - Lyon gagal memaksimalkan peluang sempurna untuk menambah tekanan kepada pemuncak klasemen Liga Prancis Paris Saint Germain ketika mereka ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Brest pada Minggu, sedangkan Marseille merebut peringkat ketiga setelah menang 2-1 atas Troyes. Dengan kekalahan 0-1 yang diderita PSG dari tim papan bawah Reims, Lyon memiliki kesempatan untuk menyamai koleksi nilai, namun penampilan buruk mereka di Brest membuat mereka tertinggal dua angka pada persaingan perebutan gelar liga. "Lapangan yang menyulitkan bukan alasan. Itu membuat kami memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan pertandingan, kami tahu bahwa tim-tim yang bertarung untuk bertahan di liga sangat tangguh pada pertandingan-pertandingan kandang mereka," kata penyerang Lyon Bafetimbi Gomis. Rekan setimnya Milan Bisevac juga menegaskan pentingnya pasukan Remi Garde untuk tetap tegar, dalam perjuangan mereka untuk meraih mahkota liga. "Kami harus menjadi kuat, tidak diragukan lagi gelar akan ditentukan saat melawan tim-tim yang lebih kecil. Kami tidak boleh menyerah, bahkan meski Paris merupakan favorit," kata pemain Serbia itu. "Ini adalah liga yang sulit: kami tidak menang pada hari ini, Paris kalah kemarin. Ini sulit bagi kami dan Paris. Mentalitas terkuat akan menang." Brest hanya memerlukan delapan menit untuk memimpin ketika gelandang Maroko Kamel Chafni berlari di sisi kiri, bertukar operan dengan Magaeye Gueye di pinggir kotak penalti dan merangsek masuk, menaklukkan Steed Malbranque dan menempatkan sepakan mendatarnya ke bagian kanan bawah gawang tanpa dapat dijangkau Remy Vercoutre. Tujuh menit babak kedua bergulir, Lyon mampu menyamakan kedudukan ketika Lisandro Lopez bergerak maju dan bek Brest Tripy Makonda hanya dapat melihat tembakan pemain Argentina itu masih ke gawang yang kosong. Lyon memiliki kesempatan untuk mencuri tiga angka pada sepuluh menit menjelang pertandingan usai, saat Arnold Myuemba memberi umpan pada Lisandro namun tembakannya masih dapat dihalau oleh Florian Lejeune sebelum melewati garis gawang, di mana kiper Alexis Thebaux telah ditaklukkan. Hal yang lebih buruk menyusul pada masa tambahan waktu ketika sepakan voli Gomis melebar saat gawang berada di depannya, di mana sepakannya merupakan tendangan terakhir pada pertaningan ini. Sementara itu, Marseille berhasil merebut spot terakhir untuk Liga Champions dari Saint Etienne, terpaut tiga angka atas Lyon, dan terpaut lima angka dari PSG, setelah menang 2-1 atas tamunya tim juru kunci Troyes. Penyerang Brazil Marcos memaksimalkan kesalahan di lini belakang yang dilakukan Nicolas N'Koulou untuk membawa tim tamu memimpin pada menit ke-70 di Stade Velodrome, namun dua gol dalam menit yang sama menjadi tonik sempurna bagi Marseille setelah menelan kekalahan berturut-turut dari rival abadinya PSG. Pemain pengganti Modou Sougou memicu kebangkitan timnya, memberi umpan silang kepada N'Koulou untuk mencetak gol penyama kedudukan setelah bola sempat mengenai Florian Jarjar sembilan menit menjelang pertandingan berakhir. Pemain sayap asal Senegal itu kemudian kembali menjadi sosok penting untuk gol kemenangan timnya, ketika ia memberi umpan kepada Andre-Pierre Gignac untuk mencetak gol dari jarak 5 meter setelah bertukar operan dengan Mathieu Valbuena. "Ini memberi rasa lega," kata Valbuena kepada BeIN Sport setelah pertaningan. "Kami kembali mmulai pertandingan dengan sangat baik. Kami memiliki beberapa pluang untuk mencetak gol. Malangnya, kami kemasukan gol dan hal itu membuat kami bereaksi, bukan untuk pertama kalinya di musim ini, dan kami mencetak dua gol berturut-turut." "Kelihatannya kami harus mendapat pukulan setiap kali sebelum kemudian bereaksi, itu memalukan," tambahnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
