
Harga Karet Petani Sumsel Berangsur Membaik

Palembang, (Antara Sumbar) - Harga karet petani di sejumlah daerah penghasil di Sumatera Selatan selama sepekan terakhir berangsur membaik karena pasaran di tingkat pabrik industri pengolahan komoditas itu di Palembang mulai terjadi peningkatan. "Harga karet dalam beberapa hari terakhir dibeli pedagang pengumpul kisaran Rp12.150 per kilogram, atau mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya hanya Rp12 ribu," kata seorang petani karet berasal dari Desa Pagargunung Lubai ketika ditemui di Palembang, Muskar (47), di Palembang, Sabtu. Ia mengatakan harga karet di tingkat petani walaupun kenaikannya belum terlalu tinggi, setidaknya sudah berangsur membaik. Ia berharap harga karet di tingkat petani semakin membaik, karena komoditas itu satu-satunya mata penghasilan andalan warga setempat. Sebagian besar petani di daerahnya adalah petani karet, sehingga kalau harga komoditas itu bergerak naik dampaknya relatif sangat terasa terhadap kesejahteraan mereka. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Bahedi Ruswana di Palembang, Jumat (1/3), mengatakan bahwa karet hingga saat ini masih menjadi komoditas penyumbang devisa ekspor nonmigas terbesar Sumatera Selatan, di samping sejumlah komoditas lainnya seperti batu bara, kopi dan minyak kelapa sawit mentah. Ia mengatakan tujuh komoditas ekspor nonmigas provinsi tersebut yang menjadi penyumbang devisa terbesar yakni karet, batu bara, kopi, produk kayu, dan teh. Komoditas penyumbang devisa andalan lainnya udang dan minyak kelapa sawit mentah (CPO), namun kedua produk itu pada periode Januari-Desember 2012 tidak melakukan kegiatan ekspor. Ia menjelaskan dari total ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Desember 2012 senilai 3,733 miliar dolar Amerika Serikat (AS), karet menyumbang terbesar mencapai 2,943 miliar dolar, disusul batu bara 125,225 juta dolar, dan produk kayu 28,854 juta dolar. Secara keseluruhan, total ekspor Sumsel termasuk nonmigas mencapai nilai 4,371 miliar dolar AS, atau mengalami penurunan dibandingkan dengan periode bulan sama pada 2011 yang mencapai 5,057 miliar dolar AS. Ekspor Sumsel antara lain ke sejumlah negara ASEAN, Uni Eropa, dan negara utama lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Prancis, Jerman, Jepang, China, India, Amerika Serikat, dan Brazil. Di antara sejumlah negara tujuan ekspor itu, yang paling besar menyumbang devisa untuk Sumsel, adalah Amerika Serikat 918,425 juta dolar, disusul Malaysia 869,933 juta dolar, China 860,733 juta dolar, Jepang 277,951 juta dolar, dan India 236,420 juta dolar. Negara lainnya, katanya, menyumbang rata-rata kurang 200 juta dolar AS, seperti Jerman 125,796 juta dolar, Brazil 108,330 juta dolar, dan bahkan terendah adalah Singapura yang 36,736 juta dolar. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
